Suzuki Carry EV Mulai Diuji di Sektor Pertanian Jepang, Andalkan Teknologi V2H
Suzuki Carry EV Mulai Diuji di Sektor Pertanian Jepang, Andalkan Teknologi V2H--
HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Suzuki Motor Corporation resmi memulai uji coba mobil niaga ringan bertenaga listrik murni berbasis Suzuki Carry, sebagai bagian dari langkah strategis menuju kendaraan niaga ramah lingkungan.
Uji coba berlangsung sepanjang tahun fiskal 2025 di empat lokasi di Jepang, yakni Kota Hamamatsu dan Kota Kosai (Prefektur Shizuoka), Kota Toyokawa (Prefektur Aichi), serta Distrik Aso (Prefektur Kumamoto).
Dalam keterangan resminya, Suzuki menyebutkan bahwa Carry EV akan dipinjamkan kepada pelaku usaha di sektor pertanian untuk jangka waktu sekitar satu tahun guna menguji performa dan efisiensinya dalam aktivitas distribusi jarak pendek.
“Kami ingin memverifikasi kegunaan kendaraan niaga listrik ringan di sektor pertanian serta efektivitas pengisian daya melalui sistem Vehicle-to-Home (V2H),” tulis Suzuki dalam laman resminya.
BACA JUGA:Suzuki Carry EV Mulai Diuji di Sektor Pertanian Jepang, Andalkan Teknologi V2H
BACA JUGA:Muba Siap Ambil Peran Strategis dalam Arah Baru Kebijakan Energi Nasional
Teknologi V2H memungkinkan pengisian daya kendaraan langsung dari sistem listrik rumah, termasuk yang bersumber dari panel surya. Sistem ini dinilai ideal untuk wilayah-wilayah pertanian yang mengandalkan energi terbarukan serta penggunaan harian dengan jarak tempuh terbatas.
Meskipun hadir dalam versi listrik, tampilan luar Carry EV nyaris tak berubah. Desainnya tetap mempertahankan bak terbuka dengan konfigurasi kompak, berkat penempatan baterai yang efisien dan tidak memakan ruang angkut.
Suzuki juga mengungkapkan bahwa uji coba ini bertujuan menggali potensi pasar kendaraan listrik ringan serta mengevaluasi sinergi antara kendaraan dan pembangkit tenaga surya dalam konteks produksi dan konsumsi energi.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan, Suzuki menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Toyota R&D, Pews Ellie Power, dan Mikuni LLC F Vision, guna menciptakan kendaraan listrik yang hemat energi dan sesuai dengan kebutuhan lokal di berbagai wilayah.
BACA JUGA:Kadis Perkebunan Muba Jadi Pembicara Utama di Seminar Nasional Kelapa Sawit 2025
BACA JUGA:10 Siswa SDN di Kota Sekayu Dilarikan ke RSUD, Diduga Keracunan Usai Makan Snack Kemasan Asing
“Kami berupaya menciptakan ‘kendaraan listrik hemat baterai’ yang tidak hanya efisien, tapi juga adaptif terhadap pola penggunaan, iklim, serta infrastruktur energi di masing-masing daerah,” lanjut pernyataan Suzuki.
Langkah ini memperkuat posisi Suzuki dalam menghadirkan solusi mobilitas masa depan, khususnya untuk sektor UMKM dan pertanian, yang menjadi tulang punggung perekonomian di banyak negara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: