Tol Sumsel Dibenahi Serius Jelang Mudik Lebaran 2026, ODOL dan Lahan Rawa Jadi Tantangan Utama

Tol Sumsel Dibenahi Serius Jelang Mudik Lebaran 2026, ODOL dan Lahan Rawa Jadi Tantangan Utama

Tol Sumsel Dibenahi Serius Jelang Mudik Lebaran 2026, ODOL dan Lahan Rawa Jadi Tantangan Utama--

HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Pemerintah bersama badan usaha pengelola jalan tol di Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ruas-ruas tol strategis menjelang lonjakan arus mudik Lebaran 2026. 

Langkah ini ditempuh untuk memastikan kualitas jalan lebih kuat, aman, dan nyaman digunakan masyarakat.

Evaluasi tersebut mencakup penelusuran penyebab kerusakan, penerapan metode perbaikan jangka pendek hingga menengah, serta perencanaan pengembangan infrastruktur tol yang menjadi tulang punggung mobilitas dan logistik di Sumsel.

Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa tingginya volume kendaraan berat, terutama truk over dimension over load (ODOL), masih menjadi faktor dominan yang memicu kerusakan jalan tol. 

BACA JUGA:Kesempatan Kerja untuk Warga Lokal! Disnakertrans Muba Fasilitasi Rekrutmen PT SEA di Proyek Medco Grissik

BACA JUGA:Pemkab Muba Dukung Reformasi Pemasyarakatan, Bupati Toha Siap Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Bapas

Tekanan berulang dari kendaraan bertonase besar menyebabkan munculnya retakan, alur roda, hingga lubang pada lapisan perkerasan aspal.

Tak hanya itu, kondisi geografis Sumsel juga memberi tantangan tersendiri. Sejumlah ruas tol dibangun di atas lahan rawa dengan daya dukung tanah rendah.

Tanpa perlakuan teknis khusus, struktur jalan berisiko mengalami penurunan, gelombang, bahkan amblas dalam jangka waktu relatif singkat.

Memasuki 2026, pengelola jalan tol seperti PT Hutama Karya mulai menerapkan pola perbaikan yang lebih komprehensif. 

BACA JUGA:Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolres Muba Sambangi Kejari Muba

BACA JUGA:All-New Toyota Highlander 2026 Resmi Berevolusi, SUV Keluarga Kini Lebih Canggih dan Ramah Lingkungan

Penanganan kerusakan tidak lagi bersifat tambal sulam, melainkan dilakukan dengan pengupasan lapisan aspal lama, penggantian material, serta pelapisan ulang agar permukaan jalan kembali rata dan memiliki usia pakai lebih panjang.

Pengawasan pun diperketat melalui penambahan Tim Inspeksi Pothole. Jumlah tim ditingkatkan dari dua menjadi tiga unit yang beroperasi secara bergiliran selama 24 jam penuh guna mendeteksi kerusakan sejak dini sebelum membahayakan pengguna jalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait