Tol Palembang–Jambi Nyaris Tersambung, Ekonomi Sumsel dan Jambi Diproyeksi Melonjak Tajam

Tol Palembang–Jambi Nyaris Tersambung, Ekonomi Sumsel dan Jambi Diproyeksi Melonjak Tajam

Tol Palembang–Jambi Nyaris Tersambung, Ekonomi Sumsel dan Jambi Diproyeksi Melonjak Tajam--

HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Harapan masyarakat Sumatera Selatan dan Jambi untuk menikmati konektivitas cepat antarprovinsi kian mendekati kenyataan. 

Tol Palembang–Jambi yang menjadi bagian penting Jalan Tol Trans Sumatera kini bertahap tersambung, seiring beroperasinya sejumlah ruas penghubung strategis.

Saat ini, tiga ruas tol penentu telah berfungsi, yakni ruas Tempino–Simpang Ness, disusul ruas Bayung Lencir–Tempino, serta ruas Palembang–Betung yang menyusul operasional. 

Dengan progres tersebut, jalan bebas hambatan Palembang–Jambi semakin lengkap dan diyakini menjadi urat nadi baru perekonomian dua provinsi.

BACA JUGA:Cek Fakta Tol Jambi–Palembang, Benarkah Bisa Ditempuh 3 Jam? Ini Hitungan Realistisnya

BACA JUGA:Lapak Pedagang Pagi Sungai Lilin di Bahu Jalintim Palembang–Jambi Kian Padat, Pengendara Keluhkan Keselamatan

Keberadaan tol ini diharapkan mampu mempercepat aksesibilitas antarwilayah yang selama puluhan tahun hanya mengandalkan jalan lintas nasional. 

Jika sebelumnya waktu tempuh Palembang–Jambi memakan waktu 6 hingga 8 jam, dengan tol perjalanan diproyeksikan hanya sekitar 2 hingga 2,5 jam.

Gubernur Jambi Al Haris secara terbuka mengakui peran strategis Tol Palembang–Jambi. Menurutnya, jalan tol bukan sekadar sarana mempercepat mobilitas manusia, tetapi juga pendorong utama pertumbuhan ekonomi regional.

“Konektivitas ini akan memperlancar distribusi komoditas unggulan Jambi dan Sumsel, seperti sawit, karet, migas, hingga hasil tambang,” ungkapnya dalam salah satu kesempatan.

BACA JUGA:Besi Sambungan Jembatan Sungai Lilin Hilang Lagi, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

BACA JUGA:Waspada Penipuan Paket COD Palsu, Polres Muba Imbau Warga Jangan Mudah Tertipu

Secara historis, koneksi darat Palembang–Jambi telah dimulai sejak 1965 melalui jalan lintas pertama, lalu dikembangkan pada era 1970-an. 

Kini, menjelang usia 80 tahun Republik Indonesia, hadir alternatif transportasi modern berupa jalan tol yang memperkuat daya saing ekonomi kawasan Sumatera bagian selatan dan tengah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait