Tol Pelabuhan Panjang–Lematang Diproyeksikan Jadi Penggerak Baru Logistik Lampung

Tol Pelabuhan Panjang–Lematang Diproyeksikan Jadi Penggerak Baru Logistik Lampung

Tol Pelabuhan Panjang–Lematang Diproyeksikan Jadi Penggerak Baru Logistik Lampung--

HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Rencana pembangunan Jalan Tol Pelabuhan Panjang–Lematang kembali mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi DPR RI ke Provinsi Lampung. 

Ruas tol ini diproyeksikan menjadi penghubung penting antara kawasan industri dan pelabuhan, sekaligus terintegrasi langsung dengan Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar.

Pengembangan tol tersebut dinilai krusial untuk memperkuat sistem logistik Lampung yang selama ini masih bergantung pada jalur arteri perkotaan dan Pelabuhan Bakauheni. 

Dengan koneksi langsung ke Pelabuhan Panjang, arus distribusi barang diharapkan menjadi lebih efisien dan terukur.

BACA JUGA:Di Saat Harga Mobil Terus Naik, Toyota Calya 2026 Tetap Jadi Jawaban Mobil Keluarga Rasional

BACA JUGA:Tol Palembang–Jambi Hampir Tuntas, Peta Ekonomi Sumatera Bagian Selatan Terancam Bergeser

Pelabuhan Panjang disebut memiliki potensi lalu lintas logistik mencapai 500 hingga 800 truk per hari, terutama berasal dari kawasan industri Lematang–Tanjung Bintang. 

Selama ini, sebagian besar arus truk masih mengandalkan Pelabuhan Bakauheni, sehingga kehadiran tol baru membuka peluang Pelabuhan Panjang sebagai alternatif simpul logistik regional.

Integrasi tol dengan kawasan pelabuhan diyakini mampu memangkas waktu tempuh, menekan biaya logistik, serta mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan nasional dan perkotaan.

Secara teknis, Jalan Tol Pelabuhan Panjang–Lematang direncanakan memiliki panjang 11,68 kilometer. 

BACA JUGA:Hadiri Haul Ulama di OKU Timur, Herman Deru Tegaskan Peran Pesantren sebagai Penjaga Moral Bangsa

BACA JUGA:Tol Jambi–Betung Rampung, Perjalanan Jambi–Jakarta Bisa Tuntas dalam Sehari

Ruas ini terbagi dalam dua tahap pembangunan, yakni tahap pertama berupa jalur at grade sepanjang 6,76 km dan tahap kedua jalur elevated sepanjang 4,92 km.

Desain tersebut disiapkan untuk menyesuaikan dengan kondisi wilayah sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan berat menuju dan dari pelabuhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait