Jelang Ramadan 1447 H, Warga Palembang Tertipu Promo Jas Hujan Murah, Polisi Ungkap Modus Penipuan Digital

Jelang Ramadan 1447 H, Warga Palembang Tertipu Promo Jas Hujan Murah, Polisi Ungkap Modus Penipuan Digital

Jelang Ramadan 1447 H, Warga Palembang Tertipu Promo Jas Hujan Murah, Polisi Ungkap Modus Penipuan Digital yang Kian Marak--

HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Meningkatnya transaksi belanja online menjelang Ramadan 1447 Hijriah membawa berkah bagi pelaku usaha digital

Namun di sisi lain, momen ini juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjerat korban dengan iming-iming promo menggiurkan.

Hal itulah yang dialami Indra, warga Palembang, yang menjadi korban penipuan belanja online bermodus promo jas hujan murah.

Awalnya Indra hanya berniat mencari baju koko untuk kebutuhan salat Tarawih. Namun saat berselancar di marketplace, ia justru berkali-kali melihat promosi jas hujan dengan diskon besar di beranda FYP.

BACA JUGA:Daihatsu Rocky Hybrid Tembus 550 SPK, Bukti SUV Ramah Lingkungan Makin Dilirik Konsumen Indonesia

BACA JUGA:MAN 1 Musi Banyuasin Lantik Paskibra Angkatan ke-44, Cetak Generasi Disiplin dan Berjiwa Pemimpin

Produk tersebut ditawarkan dengan skema “beli satu gratis satu”, dari harga awal Rp240 ribu menjadi Rp98 ribu. Ditambah ongkos kirim, total pembayaran sekitar Rp118 ribu dengan metode COD (Cash on Delivery).

Modus mulai terasa janggal saat proses pemesanan tidak mengarah ke keranjang belanja resmi, melainkan ke formulir yang meminta nama dan nomor WhatsApp.

Meski sempat curiga, Indra tetap melanjutkan pemesanan. Pelaku kemudian mengirim foto produk, pilihan ukuran, hingga tangkapan layar testimoni seolah-olah barang telah diterima pembeli lain.

Empat hari tak ada kabar, nomor WhatsApp pengirim hanya menunjukkan centang satu. Pada hari kelima, paket akhirnya tiba. 

BACA JUGA:Berkah Ruwahan di Pasar Kalangan di Sanga Drsa, Penjualan Pedagang Meningkat

BACA JUGA:Prediksi Waktu Tempuh Medan–Palembang, JikaTol Trans Sumatera Tersambung

Namun isinya bukan jas hujan, melainkan baju hazmat atau alat pelindung diri (APD) medis dengan nilai pasar jauh lebih murah.

Saat dikonfirmasi kembali ke nomor tersebut, tidak ada respons. Nomor pun tidak aktif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: