Percepat Status IndiGeo, Jumputan Gambo Muba Didorong Tembus Pasar Nasional dan Global
Percepat Status IndiGeo, Jumputan Gambo Muba Didorong Tembus Pasar Nasional dan Global--
HARIANMUBA.DISWAY.ID – Upaya melindungi sekaligus mengangkat nilai ekonomi produk lokal terus diperkuat.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan (Kanwil Kemenkum Sumsel) mempercepat proses pelindungan Indikasi Geografis (IndiGeo) Jumputan Gambo Musi Banyuasin (Muba) melalui fasilitasi penyempurnaan dokumen deskripsi, Kamis (20/2/2025).
Langkah ini menjadi strategi penting agar kain khas Muba tersebut segera memperoleh status Indikasi Geografis terdaftar, sehingga memiliki kepastian hukum dan daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun internasional.
Pendampingan yang digelar di Ruang Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sumsel ini merupakan tindak lanjut atas catatan dari Direktorat Merek dan Indikasi Geografis.
BACA JUGA:Dari Swadaya Warga hingga Diresmikan Gubernur, Masjid Roudhotul Jannah Jadi Ikon Kebersamaan
BACA JUGA:Pasar Bedug Sungai Lilin 2026 Resmi Dibuka, Dongkrak UMKM dan Semarakkan Ramadan di Musi Banyuasin
Proses perbaikan mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, serta Peraturan Menteri Hukum Nomor 2 Tahun 2024.
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Sumsel, Yenni, menjelaskan bahwa penyempurnaan dokumen diperlukan agar memenuhi standar administratif dan substantif sebelum ditetapkan sebagai produk IndiGeo.
“Perbaikan ini bagian dari tahapan resmi agar dokumen deskripsi Jumputan Gambo benar-benar sesuai ketentuan,” ujarnya.
Tim dari Bappeda Litbang Kabupaten Musi Banyuasin hadir langsung dalam pertemuan tersebut.
BACA JUGA:Impor 105 Ribu Pikap untuk Koperasi Desa Disorot DPR, Dinilai Bisa Gerus Industri Otomotif Nasional
Rombongan dipimpin Irma Santi Dewi selaku Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, didampingi Meity Mulyanti dan Indah Restianti sebagai Perencana Ahli Muda.
Kolaborasi lintas instansi ini difokuskan pada pemenuhan data dukung dan penyempurnaan deskripsi karakteristik khas Jumputan Gambo sebagai produk berbasis kearifan lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: