Stok Aman, Harga Terkendali: Herman Deru Nilai Kinerja Bulog Sumsel 2025 Perkuat Ketahanan Pangan
Stok Aman, Harga Terkendali: Herman Deru Nilai Kinerja Bulog Sumsel 2025 Perkuat Ketahanan Pangan--
HARIANMUBA.DISWAY.ID — Stabilitas pangan Sumatera Selatan sepanjang 2025 mendapat sorotan positif. Gubernur Herman Deru menilai kinerja Perum Bulog Kanwil Sumsel–Babel semakin solid, terutama dalam menjaga stok beras, menyerap hasil panen petani, serta meminimalkan keluhan masyarakat.
Hal itu disampaikan usai menerima audiensi Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel–Babel, Mersi Windrayani, di Palembang, Senin (23/2/2026). Dalam pertemuan tersebut terungkap, realisasi pengadaan setara beras tahun 2025 mencapai 140.237 ton, melampaui target awal 131.530 ton.
“Keluhan terkait mutu dan distribusi relatif minim. Ini indikator bahwa sistem berjalan baik,” ujar Herman Deru.
Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah dalam memperpanjang masa tanam serta memperkuat koordinasi di tingkat kabupaten/kota. Penyerapan hasil panen yang optimal membantu menjaga harga tetap stabil di tingkat petani sekaligus mengamankan cadangan beras pemerintah (CBP).
BACA JUGA:Pengamanan Aset Pemprov Jadi Sorotan, Gubernur Herman Deru Minta BPN Sumsel Hadirkan Terobosan Baru
BACA JUGA:Patroli Siber Selamatkan Bayi 3 Hari dari Perdagangan, Polda Sumsel Telusuri Dugaan Sindikat
Selain beras, pengadaan jagung terealisasi 5.793,45 ton sepanjang 2025. Untuk 2026, target dinaikkan menjadi 75.000 ton jagung dan 172.682 ton setara beras, serta 946 ton kedelai.
Hingga Januari 2026, realisasi jagung sudah menyentuh sekitar 26 persen dari target awal tahun, menunjukkan akselerasi di awal periode.
Di sisi penyaluran, Bulog telah mendistribusikan 20.189 ton beras untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) sepanjang 2025. Program bantuan pangan dan bantuan minyak goreng juga dijadwalkan kembali bergulir Februari–Maret 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kanwil Bulog Sumsel–Babel saat ini membawahi tiga kantor cabang utama di Sumsel—Lahat, OKU, dan Lubuk Linggau—dengan dukungan 44 unit gudang berkapasitas lebih dari 100 ribu ton. Evaluasi zonasi distribusi pun dilakukan untuk memastikan wilayah strategis seperti Muara Enim memiliki penguatan stok.
BACA JUGA:Dana Parpol Diusulkan Naik 6 Kali Lipat, Pemprov Sumsel Kaji Dampak ke APBD 2027
BACA JUGA:Warga 21 Desa di Provinsi Jambi Menunggu Kepastian Tol Jambi–Rengat
Gubernur menegaskan, selain menjaga stabilitas harga dan pasokan, kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas. Ia menyebut kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kini tidak lagi menimbulkan polemik berarti di lapangan, bahkan harga beli swasta dinilai cukup kompetitif.
“Kinerja Bulog yang stabil berkontribusi besar pada ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: