Dari Jalur Lintas ke Pusat Distribusi, Tol Trans Sumatera Ubah Wajah Ekonomi Sumsel
Dari Jalur Lintas ke Pusat Distribusi, Tol Trans Sumatera Ubah Wajah Ekonomi Sumsel--
HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Pembangunan jalan tol di Sumatera Selatan (Sumsel) kini memasuki babak baru.
Bukan sekadar memangkas waktu tempuh, jaringan tol yang terhubung dalam sistem Jalan Tol Trans Sumatera mulai membentuk peta ekonomi baru di Pulau Sumatra.
Jika sebelumnya Sumsel hanya dikenal sebagai wilayah lintasan, kini provinsi ini diproyeksikan menjadi simpul distribusi strategis yang menghubungkan kawasan industri, pertambangan, perkebunan, hingga pelabuhan ekspor.
Sejumlah ruas strategis seperti Tol Indralaya–Muara Enim dan Tol Prabumulih–Muara Enim dirancang untuk membuka akses langsung ke kantong-kantong produksi energi dan komoditas unggulan.
BACA JUGA:Safari Ramadan 2026 di Bayung Lencir, Bupati Muba Tekankan Persatuan dan Tuntaskan Program Prioritas
Tol Prabumulih–Muara Enim bahkan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dengan panjang lebih dari 60 kilometer, ruas ini mempercepat konektivitas menuju kawasan tambang batu bara, perkebunan, serta proyek hilirisasi energi di Muara Enim.
Efeknya terasa signifikan. Waktu tempuh antarwilayah terpangkas hingga 50 persen, sementara biaya logistik turun drastis. Dunia usaha pun mendapatkan ruang ekspansi baru berkat efisiensi distribusi barang.
Kekuatan tol Sumsel tak berdiri sendiri. Setiap ruas didesain terintegrasi dengan kawasan industri dan akses pelabuhan, termasuk dukungan terhadap pengembangan Pelabuhan Palembang.
BACA JUGA:Menjelang Mudik 2026, Jalan Lintas Timur Palembang–Betung Kian Rusak, Warga Desak Perbaikan Total
BACA JUGA:Progres Tol Betung–Tempino–Jambi Capai 39,21 Persen, Konektivitas Sumsel–Jambi Makin Nyata
Dengan konektivitas tersebut, komoditas unggulan seperti kopi robusta, karet, sawit, hingga produk energi lebih cepat menjangkau pasar ekspor Asia dan Timur Tengah.
Kawasan Industri Tanjung Enim pun diproyeksikan tumbuh pesat karena dukungan infrastruktur tol. Ribuan lapangan kerja baru diperkirakan tercipta seiring meningkatnya investasi di sektor energi dan hilirisasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: