Rumpak-Rumpakan, Tradisi Lebaran Khas Palembang yang Sarat Makna Kebersamaan

Rumpak-Rumpakan, Tradisi Lebaran Khas Palembang yang Sarat Makna Kebersamaan

Rumpak-Rumpakan, Tradisi Lebaran Khas Palembang yang Sarat Makna Kebersamaan--

HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Di tengah derasnya arus modernisasi, sejumlah tradisi lokal perlahan mulai memudar, termasuk rumpak-rumpakan yang dahulu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di Palembang.

 

Tradisi ini dikenal sebagai aktivitas anak-anak yang berkeliling dari rumah ke rumah usai salat Idulfitri. Bukan sekadar berjalan kaki, rumpak-rumpakan menjadi simbol kebersamaan, kegembiraan, dan eratnya hubungan sosial antarwarga.

 

Pengamat budaya Palembang, Raden Muhammad Ikhsan, menjelaskan bahwa rumpak-rumpakan telah hidup sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat kota ini.

 

“Tradisi ini sudah ada sejak lama. Walaupun tidak diketahui pasti kapan pertama kali muncul, namun rumpak-rumpakan menjadi bagian dari sejarah sosial masyarakat Palembang,” ujarnya.

 

Menurut Ikhsan, suasana rumpak-rumpakan sangat terasa pada era 1970 hingga awal 1980-an. Saat itu, anak-anak biasanya berkumpul di langgar atau musala sebelum memulai perjalanan menyusuri lorong-lorong kampung.

 

Mereka berjalan secara berkelompok, mendatangi rumah-rumah warga yang telah siap menyambut dengan berbagai hidangan. Mulai dari kue tradisional, ketupat, hingga jajanan sederhana menjadi suguhan yang dinanti.

 

“Bagi anak-anak, momen ini sangat membahagiakan. Selain bisa berkumpul dengan teman-teman, juga ada makanan dan kadang uang yang dibagikan,” kenangnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait