"Dari enam desa yang terkena jalur tol tersebut di Desa Supat Timur akan dibangun tol dikedua sisi jalan," jelas Camat.
Diungkapkan Rio warga yang lahan nya terkena untuk pembangunan rest area sudah terdata.
"Data warga yang lahan nya terdampak untuk pembangunan rest area sudah terdata," jelasnya.
Camat mengharapkan keberadaan rest area itu sendiri dapat membantu perekonomian warga Kecamatan Babat Supat dan Desa Supat Timur secara khususnya.
"Mudah-mudahan saja UMKM yang ada diwilayah kita dapat terbantu dengan kehadiran rest area tersebut," jelasnya.
Camat mengungkapkan terkait proses ganti untung diwilayahnya baru satu desa yang selesai pelaksanaan pembebasan lahan.
BACA JUGA:Ini Pengakuan Pemilik Sumur Bor Terbakar di Musi Banyuasin, Api Berasal Dari Mesin Penyedot
"Baru desa 108 saja yang sudah sudah pelaksanaan ganti rugi," jelasnya.
Diungkapkan Rio untuk desa lain tidak ada masalah serius dalam proses ganti untung tersebut.
"Namun karena belum masuk tahapan saja, itu kewenangan dari kementrian PU," terang nya.
Keberadaan rest area sendiri menjadi magnet bagi masyarakat, tidak sedikit yang menginginkan untuk bisa membuka usaha.
"Semoga saja kehadiran rest area diwilayah Babat Supat ini bisa membuka peluang usaha baru bagi kami," ujar Sudir warga Babat Supat.