Menurut penelitiannya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kenapa daerah Segitiga Masalembo berbahaya.
Faktor pertama dipengaruhi adanya pertemuan arus yang disebut Arlindo yang menunjukkan air laut mengalir dari barat memanjang di Laut Jawa, berupa monsoonal stream atau arus musiman.
Arus Arlindo ini sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Sementara dari arah selat Makassar ada arus lain yang merupakan thermoklin, atau aliran air laut akibat perbedaan suhu lautan.
Kedua arus ini bertemu di sekitar Segitiga Masalembo. Kendati gerakannya tidak kencang, namun ini akan sangat memengaruhi pelayaran di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Anda Belum Daftar MyPertamina, Berikut Langkah Mudah Yang Bisa Dilakukan
Faktor kedua adalah meteorologis yaitu adanya pengaruh angin monson. Monson adalah angin yang berembus setiap enam bulan sekali.
Angin ini terjadi karena adanya perbedaan pemanasan Bumi utara dan belahan Bumi selatan. Angin Muson berembus setiap setengah tahun sekali dan selalu bergantian arah.
Setiap enam bulan sekali terjadi perubahan musim seiring dengan berembusnya angin muson. Secara geografis, Indonesia diapit oleh dua benua, yaitu Asia dan Australia.
Perbedaan tekanan udara di kedua benua tersebut mengakibatkan terjadinya angin muson.