Hasil olahan getah Gambir dulu sempat menjadi salah satu komoditas andalan di desa ini.
BACA JUGA:Akui Bertemu Aryanto Misel Penemu Nikuba Di Italia, Berikut Penjelasannya BRIN
BACA JUGA:3 Remaja Asal Babat Supat Diamankan Polisi, Kedapatan Nyimpan Ekstasi Ketika Nongkrong di Desa Teluk
Ada fakta unik tentang olahan getah dari tanaman Gambir ini sendiri.
Dimana hanya bisa menghasilkan getah jika dikelola di Desa Toman Kecamatan Babat Toman.
Wajar jika di Kabupaten Musi banyuasin hanya di desa ini yang memiliki usaha pengelolaan getah gambir.
"Kalau ditanam di desa tetangga tetap hidup dan subur namun tidak menghasilkan getah, beberapa teman sempat mencoba, tapi jarang berhasil," jelas Zainal salah satu Pengelola Getah Gambir.
BACA JUGA:Ada Sekolah dan Kuburan Terdampak Tol di Jambi, Ini Yang Dilakukan Pemerintah Setempat
BACA JUGA:Ada Yang Horor Hingga Bikin Senyum, Inilah Nama Unik Desa di Indonesia
Jika menelusuri asal usulnya, tanaman gambir menurut cerita berasal dari daerah Kikim.
"Pertama kali dibawa oleh seseorang sakti bernama Ginde Sugih, dia mengatakan tanaman gambir hanya bisa tumbuh dan menghasilkan apabila di tanam dekat Sungai yang muara nya mengarah ke matahari tenggelam seperti Sungai Toman," jelas Zainal.
"Nah, mungkin ini pula membuatnya hanya menghasilkan di desa kami," tambahnya.
Masa keemasan usaha gambir pada periode tahun 1980 sampai 2000 an.
BACA JUGA:Terkait Niat Aryanto Misel Lepas Nikuba Ke Pihak Asing, Begini Tanggapan BRIN
BACA JUGA:ALHAMDULILLAH, 486 PPPK Guru Formasi 2022 di PALI Sudah Dilantik, Ini Pesan Bupati
"Waktu itu banyak yang berminat datang kelokasi kebun dan tempat produksi. Ada orang dari India ingin investasi, selain itu pula dari Hongkong, tapi minta produksi dalam jumlah tinggi, tapi kita tidak mampu memenuhi," jelasnya.