Mengenal Monumen Pionir, Tonggak Sejarah Semangat Transmigrasi di Indonesia

Senin 11-12-2023,09:37 WIB
Editor : Dodi

Jiwa semangat berjuang demi program transmigrasi yang telah dilakukan para pionir ini harus dilestarikan.

Api semangat rombongan transmigran asal Provinsi Jawa Tengah itu diawali saat berangkat menggunakan enam bus menuju tanah harapan di Unit Permukiman Transmigrasi Gunung Balak, Provinsi Lampung. 

Mereka ingin bercocok tanam mengolah sawah, ladang dan kebun di transmigrasi demi memperbaiki taraf hidup keluarganya.

BACA JUGA:PJ Bupati Muba Buka Grastrack Bupati Cup 2023

BACA JUGA:Nikmatnya Kelezatan Kuliner Khas Musi Banyuasin, Ini 3 Resep Mudah yang Bisa Anda Coba di Rumah

"Namun kehendak Allah satu bus tergelincir jatuh dan terbakar di Jembatan Kali Sewo, Desa Sukra, Kabupaten Indramayu pada tanggal 11 Maret 1974 dini hari, menyisakan duka yang mendalam bagi tiga anak transmigran yang selamat, yaitu Jaelani, Suyamto dan Sangidu," kata Wibowo.

"Peristiwa ini menjadi saksi tragedi yang akan selalu diperingati setiap Hari Bhakti Transmigrasi," sambung Wibowo.

Untuk memperingati peristiwa tersebut, sekaligus sebagai penghormatan pada para pionir pembangunan transmigrasi, pada bagian depan area pemakaman dibangun sebuah monumen yang kemudian disebut “Monumen Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi”.

Tanggal 11 dilambangkan dalam marmer ukuran 110 x 110 cm yang memuat nama-nama korban. 

BACA JUGA:Usai Rilis di Eropa, Yamaha XMax 250 Tech Max Resmi Rilis di Indonesia, Negara Pertama di Asia

BACA JUGA:Daftar Pejabat Polda Sumatera Selatan yang Dimutasi, Ada Dua Nama Kapolres

Sehingga dengan penempatan pada ukuran marmer tersebut selalu lebih dahulu dilihat keluarga korban.

Bulan Maret dilambangkan dalam jumlah trap sebanyak tiga buah yang menuju tugu monumen.

Sedangkan tahun 1974 secara keseluruhan diterjemahkan dalam jumlah trap pintu masuk, terbuat dari rabat beton sebanyak 19 buah, tinggi monumen tujuh meter, dan tiang monumen sebanyak empat buah.

"Pada momen Hari Bhakti Transmigrasi tahun ini, kami mengajak hadirin untuk merenung sejenak dan mengingat kembali peristiwa penting dalam sejarah pembangunan transmigrasi di Indonesia. Sekaligus sebagai penyemangat generasi penerus transmigrasi untuk selalu berjuang demi kejayaan pembangunan transmigrasi," ujar Wibowo.

 

Kategori :