Melihat Sejarah Transmigrasi di Wilayah Kecamatan Sungai Lilin

Senin 05-05-2025,13:03 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

"Kami berangkat nya awal tahun 1981, saat itu sebelum berangkat sempat dikumpulkan dulu," jelasnya.

BACA JUGA:Usulan Pemekaran Wilayah Baru Makin Kencang, Ini Jumlah Usulan DOB di Seluruh Indonesia

BACA JUGA:Penjualan Hyundai Meroket Selama April 2025, Tucson Hybrid Paling Laris

"Kemudian dengan menggunakan sepur (kereta api-red) kami berangkat dari Jawa Timur hingga ke Merak," jelasnya.

Suparmin pun menceritakan setelah menyeberang kapal perjalanan kemudian dilanjutkan dengan kereta api hingga ke Kertapati Palembang.

"Nah dari Palembang kami naek kapal kayu hingga turun di sekitar pasar Sungai Lilin kalau sekarang," jelasnya.

"Kemudian setelah itu di bagi-bagi per wilayah seseuai dengan data yang ada," paparnya.

BACA JUGA:Musi Runner 5K, Ajang Pencarian Bibit Pelari Untuk Mengharumkan Sumsel di Kancah Nasional

BACA JUGA:Tingkatkan Keamanan Siber, Kominfo Muba Berikan Tips Mengamankan Password

Kades mengungkapkan awal transmigrasi warga hanya menanam palawija di lahan yang memang sudah dibagikan.

"Cukup susah mas, bapak-bapak nya bekerja di luar, untungnya sekitar tahun 1983 ada proyek pembangunan jembatan Sungai Lilin dan Jalan sehingga bisa bekerja disana untuk menambah pemasukan," jelasnya.

Suparmin mengungkapkan baru sekitar tahun 1991 masuk program penanaman sawit plasma yang ada hingga sekarang ini.

Kategori :