Saat ini, Dewan Pendidikan Muba menargetkan peningkatan kualitas di 488 Sekolah Dasar (SD) dan 179 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di seluruh kabupaten.
BACA JUGA:Pemkab Muba Klarifikasi Penanganan Pasien Gangguan Jiwa yang Viral di Medsos
BACA JUGA:Desa Mekar Jadi Gelar Musrenbang, Tampung Usulan Pembangunan Dari Masyarakat
Azahari berharap, setiap kecamatan nantinya memiliki sekolah unggulan yang dapat menjadi pusat keunggulan pendidikan.
Menanggapi inisiatif tersebut, Bupati H.M. Toha Tohet SH menyambut baik semangat yang dibawa oleh Dewan Pendidikan Muba.
Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memajukan daerah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan peran semua pihak agar pendidikan di Muba semakin maju. Kita ingin anak-anak Muba tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap menghadapi tantangan global,” tegas Bupati Toha.
BACA JUGA:GPM Hadir di Babat Toman, Warga Hemat Hingga Rp20 Ribu per Paket
BACA JUGA:Sony Xperia 10 VII Resmi Meluncur, Andalkan Snapdragon 6 Gen 3 dan Kamera 50 MP
Bupati juga menekankan bahwa pendidikan tidak boleh lepas dari penguatan nilai-nilai agama. Ia meyakini bahwa generasi yang cerdas harus diimbangi dengan akhlak yang baik.
“Generasi yang cerdas harus diimbangi dengan akhlak yang baik. Karena itu, pendidikan di Muba harus dikaitkan dengan nilai-nilai agama agar anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya pintar, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Pemkab Muba, lanjut Toha, akan terus berkomitmen untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta pemanfaatan teknologi digital.
Melalui sinergi ini, ia optimis Muba akan mampu melahirkan generasi emas yang membawa harum nama daerah di kancah nasional bahkan internasional.