Program Ketahanan Pangan 2025 Berbuah Hasil, Pemdes Berlian Makmur Sukses Panen Jagung

Senin 26-01-2026,15:27 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Program ketahanan pangan yang dijalankan Pemerintah Desa Berlian Makmur, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, mulai menunjukkan hasil nyata. 

Setelah melalui proses penanaman dan perawatan selama beberapa bulan, lahan jagung yang dikelola desa kini memasuki masa panen dengan capaian produksi yang menggembirakan.

Panen jagung ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 yang digagas untuk memperkuat kemandirian desa di sektor pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Jagung yang ditanam secara bertahap tersebut kini telah dipanen dalam kondisi kering pipil dan siap dipasarkan.

BACA JUGA:Tol Palembang–Jambi Dikebut, Jalan Lintas Timur di Muba Banyak Kerusakan dan Rawan Kecelakaan

BACA JUGA:Lima Fly Over di Muara Enim Siap Dibangun Mulai 2026, Target Rampung 2027

Kepala Desa Berlian Makmur, Sopianto, mengungkapkan bahwa hasil panen kali ini tergolong cukup berhasil dan sesuai dengan target awal program.

“Alhamdulillah, program ketahanan pangan tahun 2025 ini membuahkan hasil. Dari lahan yang kami kelola, total produksi jagung kering pipil mencapai 1.348 kilogram,” ujar Sopianto.

Ia menjelaskan, keberhasilan panen ini tidak terlepas dari perencanaan yang matang, pemilihan bibit yang sesuai, serta dukungan penuh dari perangkat desa dan masyarakat setempat. 

Proses penanaman dilakukan dengan memperhatikan kondisi lahan dan cuaca, sehingga pertumbuhan tanaman jagung dapat berlangsung optimal.

BACA JUGA:Redmi Note 15 5G Resmi Dijual di Indonesia: Desain Curved Elegan, Kamera 108MP, dan Tahan Banting

BACA JUGA:Toyota Rush Hybrid 2026 Masih Wacana, Ini Fakta Konsumsi BBM dan Spesifikasi Rush Terbaru

Lebih lanjut, Sopianto menyampaikan bahwa hasil panen jagung tersebut telah diborong langsung oleh salah satu warga Desa Berlian Makmur. 

Hal ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa.

“Jagung hasil panen ini sudah diborong oleh warga kita sendiri. Ini menjadi bukti bahwa hasil program desa bisa langsung dimanfaatkan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Kategori :