HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu ruas paling krusial dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Tol sepanjang 69,19 kilometer ini bukan hanya proyek infrastruktur biasa, tetapi menjadi penentu kelancaran konektivitas dari ujung selatan Sumatera hingga ke wilayah tengah dan utara pulau tersebut.
Jika sebelumnya perjalanan dari Palembang menuju Betung bisa memakan waktu hingga tiga jam melalui jalan nasional yang padat, kehadiran tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh menjadi hanya sekitar satu jam.
Berdasarkan data terbaru, hingga akhir Oktober 2025 progres fisik pembangunan Tol Palembang–Betung telah mencapai 73,84 persen.
BACA JUGA:Ramai Disebut Kembali, Benarkah Toyota Kijang LGX 2026 Akan Dirilis? Ini Fakta Sebenarnya
BACA JUGA:Tol Pekanbaru–Jambi Dikebut, Ini Target Tersambungnya, Jadi Kunci Pergerakan Ekonomi Sumatera
Capaian ini menempatkan proyek pada jalur yang tepat untuk memenuhi target strategis nasional.
PT Hutama Karya (Persero) memastikan ruas tol ini akan dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya volume kendaraan lintas provinsi di Sumatera Selatan setiap musim mudik.
Salah satu daya tarik utama proyek ini adalah pembangunan Jembatan Musi 5, yang digadang-gadang menjadi jembatan tol terpanjang di jaringan JTTS dengan panjang mencapai 1,2 kilometer.
BACA JUGA:Respons Cepat Damkar Muba Selamatkan Kucing Terjepit di Bawah Container UMKM Sekayu
BACA JUGA:Suzuki Xbee Curi Perhatian di IIMS 2026, SUV Mini Bergaya Unik untuk Urban Explorer
Keberadaan jembatan ini bukan hanya menjadi ikon baru infrastruktur Sumatera Selatan, tetapi juga berperan vital dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas tanpa hambatan di kawasan Sungai Musi.
Tol Palembang–Betung dibangun dalam tiga seksi utama yang saling terhubung, yaitu:
Seksi 1 Keramasan–Rengas sepanjang 21,5 km