Palembang, Dari Prasasti Abad ke-7 hingga Kota Metropolitan Modern

Minggu 01-03-2026,19:12 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Palembang bukan hanya pusat pemerintahan Sumatera Selatan, tetapi juga salah satu kota tertua di Indonesia yang masih bertahan dan berkembang hingga kini.

Dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa pada akhir 2024 dan luas wilayah lebih dari 350 kilometer persegi, Palembang menjelma menjadi metropolitan besar di Pulau Sumatra—tanpa melepaskan akar sejarahnya yang telah berusia lebih dari 13 abad.

Sejarah panjang Palembang bermula dari temuan Prasasti Kedukan Bukit di kawasan Bukit Siguntang. Prasasti tersebut mencatat berdirinya sebuah permukiman pada 16 Juni 683 Masehi.

Tanggal itu kemudian diyakini sebagai penanda lahirnya Palembang, menjadikannya sebagai kota tertua di Indonesia dan salah satu yang paling awal di Asia Tenggara. Fakta ini memperlihatkan bahwa sejak abad ke-7, wilayah ini sudah menjadi pusat aktivitas penting di Nusantara.

BACA JUGA:Veda Ega Pratama Buktikan Mental Baja di Buriram, Finis 5 Besar pada Debut Moto3 GP Thailand 2026

BACA JUGA:Tecno Spark 40 Pro, HP Tangguh Harga Terjangkau dengan Baterai Besar dan Kamera 50MP

Memasuki abad ke-9, Palembang berkembang pesat sebagai pusat kekuasaan Kedatuan Sriwijaya, kerajaan maritim besar yang menguasai jalur perdagangan strategis Asia Tenggara.

Letaknya yang berada di jalur pelayaran internasional menjadikan Palembang sebagai simpul pertemuan pedagang dari Tiongkok, India, hingga Timur Tengah. Aktivitas ekonomi berbasis sungai dan laut menjadi tulang punggung kejayaan kota ini.

Bentang alamnya yang didominasi rawa dan sungai membuat kehidupan masyarakat bertumpu pada air. Tak heran jika Palembang pernah dijuluki “Venesia dari Timur”, menggambarkan karakter kota yang tumbuh di atas perairan.

Hingga kini, Sungai Musi tetap menjadi nadi kehidupan kota. Sungai ini bukan sekadar jalur transportasi, tetapi simbol identitas masyarakat Palembang.

BACA JUGA:Jalan Kolonel Atmo Disiapkan Jadi Pusat Wisata Malam, Pemkot Palembang Target Buka Dua Pekan Usai Lebaran

BACA JUGA:Samsung Galaxy A57: Desain Gorilla Glass Victus+ hingga Fast Charging 45W, Siap Jadi Raja Baru Kelas Menengah?

Di atasnya berdiri Jembatan Ampera, ikon kebanggaan yang menghubungkan kawasan Ilir dan Ulu. Keberadaan sungai tersebut membentuk struktur kota sekaligus budaya masyarakatnya yang khas dan berbeda dari kota lain di Indonesia.

Nama “Palembang” sendiri diyakini berasal dari istilah Melayu “lembang”, yang merujuk pada dataran rendah atau genangan air—merefleksikan kondisi geografis aslinya.

Seiring waktu, Palembang melewati berbagai fase sejarah, mulai dari masa kesultanan, kolonialisme, hingga era kemerdekaan Indonesia. Kini, kota ini menjadi pusat kawasan metropolitan Palembang Raya yang mencakup wilayah sekitar seperti Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir.

Kategori :