“Jabatan adalah amanah. Kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, tetapi untuk menegakkan keadilan,” ujarnya.
BACA JUGA:Bupati Muba Ajak Warga Ramaikan Pasar Tradisional, Belanja UMKM Dinilai Kunci Ekonomi Rakyat
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para personel yang mengikuti Shalat Jumat di lingkungan Mapolda Sumsel.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menilai khutbah tersebut sangat relevan bagi seluruh anggota kepolisian yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Seragam yang kami kenakan adalah amanah. Tugas yang kami jalankan harus menjadi ladang ibadah untuk melayani masyarakat dan negara,” ujar Sandi Nugroho.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan bahwa pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Polri.
BACA JUGA:Pasar Tumpah Picu Macet Pagi di Sungai Lilin, Jalintim Palembang–Jambi Padat Merayap
BACA JUGA:Jelang Operasi Ketupat Musi 2026, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Muba, 30 Gram Narkotika Disita
Menurutnya, penguatan spiritual akan membantu personel menjalankan tugas secara jujur, adil, dan humanis.
“Kami ingin membangun personel yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan keimanan yang kuat,” ujar Nandang.
Pelaksanaan Shalat Jumat tersebut berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan.
Momentum Ramadan di tengah persiapan Operasi Ketupat Musi 2026 membuat kegiatan pembinaan rohani ini semakin bermakna bagi seluruh personel Polda Sumsel yang bersiap menjalankan tugas pengamanan Idul Fitri.