HARIANMUBA.DISWAY.ID — Berakhirnya perayaan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil, khususnya penjual mainan dan aksesoris. Seiring mulai maraknya pesta hajatan warga, mereka kembali membuka lapak dan menggeliatkan roda ekonomi keluarga.
Di berbagai lokasi pesta pernikahan, syukuran, hingga acara keluarga lainnya, para pedagang tampak kembali meramaikan suasana. Kehadiran mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari keramaian hajatan, sekaligus menjadi sumber penghidupan setelah sempat vakum selama Ramadan dan Lebaran.
Rizal (40), pedagang mainan asal Kelurahan Ngulak I, mengaku bersyukur bisa kembali berjualan setelah hampir sebulan tidak beraktivitas.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa jualan lagi di pesta hajatan. Semoga ke depan makin banyak acara, jadi kami bisa terus cari rezeki,” ujarnya.
BACA JUGA:Diskon Tol 30 Persen Jadi Momentum Pemudik Atur Waktu Arus Balik Lebaran 2026
BACA JUGA:Bupati Muba Cek Langsung Layanan Kecamatan dan Puskesmas di Lawang Wetan
Meski demikian, Rizal mengakui bahwa jumlah hajatan yang digelar masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih seperti sebelum Lebaran. Dampaknya, pendapatan yang diperoleh pun belum maksimal.
“Sekarang hajatan belum terlalu banyak, jadi penghasilan belum seperti biasanya. Tapi yang penting sudah bisa mulai lagi,” katanya.
Hal senada disampaikan Aidil (33), pedagang lainnya yang mengaku mulai rutin berkeliling dari satu hajatan ke hajatan lain dalam beberapa hari terakhir.
“Empat hari ini sudah ikut jualan di empat lokasi hajatan, biasanya dari siang sampai malam,” ungkapnya.
BACA JUGA:Operasi Ketupat Musi 2026 Berakhir, Polda Sumsel Soroti Lonjakan ETLE dan Evaluasi Kecelakaan
BACA JUGA:Arus Balik Jalintim Palembang–Jambi Ramai Lancar, Pemudik Padati Rumah Makan Sungai Lilin
Menurut Aidil, berjualan di pesta hajatan masih menjadi pilihan yang lebih menjanjikan dibandingkan berjualan di pasar kalangan. Potensi pembeli yang datang dari berbagai kalangan membuat peluang penjualan lebih besar.
“Kalau ramai, sekali jualan bisa dapat sampai Rp500 ribu. Tapi kalau sepi biasanya sekitar Rp300 ribu,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor informal mulai kembali bergerak pasca Lebaran, meski belum sepenuhnya pulih. Para pedagang pun berharap aktivitas hajatan masyarakat terus meningkat agar pendapatan mereka kembali stabil seperti sediakala.