Mengenal Tol Palembang Indralaya, Ruas Tol Pertama di Sumsel, Diresmikan Langsung Presiden Jokowi

Gerbang tol Palindra--
Tak mudah untuk membangun jalan tol di kawasan ini. Pasalnya, sepanjang ruas tol dipenuhi rawa berair di dalam tanah.
Kemudian air tersebut disedot (divakum) lalu dialirkan ke tempat penampungan sementara.
Sehingga, tanah menjadi lebih cepat padat dan siap dibangun jalan tol di atasnya.
BACA JUGA:Terdampak Tol Pekanbaru - Rengat, Warga 4 Desa Ini Siap-Siap Jadi Miliarder
BACA JUGA:Dukung Penuh Pengembangan SIPD-RI, Ini Dilakukan Dinkomimfo Muba
Selain menjadi tol pertama yang ada di Sumatera Selatan, ternyata Palindra merupakan Tol Trans Sumatera pertama yang diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan Tol Palindra Seksi I ruas Palembang–Pamulutan sepanjang 7,8 km pada 2017 lalu.
Pembangunan jalan tol ini membutuhkan lahan seluas 302 hektare dengan menghabiskan dana sekitar Rp3,4 triliun.
Dana tersebut bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN), investasi swasta, dan pinjaman ke PT Hutama Karya sebagai kontraktor yang ditunjuk pemerintah.
BACA JUGA:Kontingen PWI Muba Ikuti Ajang Porseniwada di Kota Linggau, Ini Targetnya
BACA JUGA:Pemkab Muba Komitmen Cegah dan Berantaskan Korupsi
Dibanding tol yg lain, pembangunan Palindra ini membutuhkan biaya yang hampir 1,5 kali lipat lebih besar.
Hal demikian dikarenakan pembangunan tol Palindra harus mengeruk tanah sedalam 7 meter, dan mengurangi kandungan air rawa sebelum dipadatkan kembali menggunakan tanah.
Diketahui, total panjang tol Palindra mencapai 22 km terdiri dari tiga seksi yakni, seksi I ruas Palembang-Pamulutan (7,8 km), seksi II Pamulutan – KTM (4,9 km) dan seksi III KTM– Simpang Indralaya (9,3 km).
Pembangunannya telah dimulai sejak tahun 2015 lalu dan rampung secara keseluruhan pada 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: