Jejak Sejarah Mudik Gratis di Indonesia, Dari Inisiatif Perusahaan Jamu hingga Program Nasional
Jejak Sejarah Mudik Gratis di Indonesia, Dari Inisiatif Perusahaan Jamu hingga Program Nasional Berskala Ratusan Ribu Pemudik--
Fokus utamanya adalah keselamatan. Pemerintah ingin menekan jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, mengingat tingginya risiko kecelakaan di jalan raya saat musim mudik.
Tak hanya bus, layanan mudik gratis kemudian diperluas mencakup kereta api dan kapal laut.
BACA JUGA:Tol Palembang–Betung Fungsional Lebaran 2026, Waktu Tempuh Dipangkas Jadi 1 Jam
BACA JUGA:Palembang, Dari Prasasti Abad ke-7 hingga Kota Metropolitan Modern
Sinergi pun diperkuat melalui program “Mudik Asyik Bersama BUMN” yang melibatkan sejumlah perusahaan besar seperti PLN, Jasa Marga, hingga PELNI.
Kolaborasi ini memungkinkan jangkauan program semakin luas dan menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
Memasuki 2025 hingga 2026, mudik gratis mengalami transformasi signifikan berkat sentuhan teknologi dan inovasi layanan.
Salah satu terobosan penting adalah program Motis (Motor Gratis).
BACA JUGA:Veda Ega Pratama Buktikan Mental Baja di Buriram, Finis 5 Besar pada Debut Moto3 GP Thailand 2026
BACA JUGA:Tecno Spark 40 Pro, HP Tangguh Harga Terjangkau dengan Baterai Besar dan Kamera 50MP
Melalui skema ini, sepeda motor pemudik diangkut menggunakan truk atau kereta api tanpa biaya, sementara pemiliknya melakukan perjalanan dengan bus atau kereta penumpang.
Solusi ini memungkinkan pemudik tetap memiliki kendaraan di kampung halaman tanpa harus menempuh perjalanan jauh yang berisiko.
Selain itu, proses pendaftaran kini sepenuhnya terdigitalisasi.
Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi seperti MitraDarat, sehingga tidak perlu lagi mengantre di loket fisik. Sistem digital ini juga meningkatkan transparansi dan mempercepat proses verifikasi data.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: