Muba Ikut Rakor Nasional, Bahas Inflasi Hingga Target Hapus Kemiskinan Ekstrem 2026
Muba Ikut Rakor Nasional Dipimpin Mendagri Tito, Bahas Inflasi Hingga Target Hapus Kemiskinan Ekstrem 2026--
HARIANMUBA.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.
Senin (8/9/2025), Pemkab Muba hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Rakor yang digelar secara virtual di ruang rapat Randik ini fokus membahas tiga isu besar: pengendalian inflasi, evaluasi program 3 juta rumah, serta strategi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alva Elan, mewakili Bupati Muba H. M. Toha Tohet dalam rapat tersebut. Ia didampingi Kepala Bagian Perekonomian, Muhammad Aswin, serta sejumlah perwakilan OPD terkait.
BACA JUGA:Serasa Jadi Action Figure! Tutorial Bikin Miniatur AI Pakai Google Gemini
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyoroti tingginya tensi sosial akibat maraknya aksi unjuk rasa.
Catatan nasional mencatat 228 demo terjadi hanya dalam rentang dua minggu terakhir, dengan 42 kabupaten/kota mengalami kericuhan.
“Kesenjangan sosial jadi pemicu gejolak. Kepala daerah harus punya empati. Jangan ada lagi pamer kemewahan di media sosial, hentikan kegiatan seremonial yang berlebihan,” tegas Tito.
Ia juga meminta kepala daerah segera memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat aksi massa. Untuk kerusakan besar, perbaikan akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR.
BACA JUGA:Setda Muba FC Sabet Gelar Juara Turnamen Sahabat Keripik Shafa Futsal 2025
BACA JUGA:Miniatur AI, Tren Kreatif yang Bikin Kontenmu Makin Estetik
Selain inflasi, rapat ini juga menyoroti target besar pemerintah: hapus kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada 2026 dan menekan angka kemiskinan umum hingga 5% pada 2029.
Berdasarkan data BPS per Maret 2025, angka kemiskinan nasional turun ke 8,47%. Meski ada perbaikan, tantangan masih berat. Pemerintah pusat menyiapkan tiga strategi utama:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: