Cinta Lintas Benua, Putri Prabumulih Dipersunting Pria Australia yang Mantap Memeluk Islam
Cinta Lintas Benua, Putri Prabumulih Dipersunting Pria Australia yang Mantap Memeluk Islam--
HARIANMUBA.DISWAY.ID — Kisah cinta lintas negara kembali hadir dari Sumatera Selatan. Kali ini datang dari Kota Prabumulih, tempat seorang perempuan muda bernama Princessilia Edsha Rianto (27) bersiap menapaki hidup baru bersama pria asal Australia, Christopher John Laffy (32), yang telah mantap memeluk Islam dan mengambil nama Ahmad Abdul Kareem.
Rangkaian prosesi menuju hari bahagia pasangan ini telah disusun rapi. Acara lamaran dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, disusul akad nikah keesokan harinya, Senin, 29 Desember 2025, pukul 15.00 WIB. Di malam hari, resepsi pernikahan akan digelar di Kota Prabumulih, menandai bersatunya dua budaya dalam satu ikatan sakral.
Christopher, yang akrab disapa Chris, akan menyerahkan mahar berupa emas, berlian, serta sejumlah uang tunai. Menariknya, pasangan ini juga menyiapkan satu mahar istimewa yang masih dirahasiakan, sebagai simbol komitmen dan kesungguhan cinta yang ingin mereka jaga sepanjang hidup.
Perjalanan menuju pernikahan ini bukan tanpa rintangan. Proses pengiriman dana dari luar negeri sempat tersendat akibat persoalan perbankan dan kewajiban pajak dengan nilai puluhan juta rupiah. Namun kendala tersebut tak sedikit pun menggoyahkan tekad Chris untuk mempersunting Princess.
BACA JUGA:Libur Panjang Picu Lonjakan Arus Kendaraan di Tol Trans Sumatera Meski Diguyur Hujan
BACA JUGA:Pemkab Muba Siapkan Skema Outsourcing, Honorer Resmi Dihentikan Mulai 2026
“Semua itu justru menguatkan niatnya,” ungkap Princess saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/12).
Kisah cinta mereka bermula secara sederhana pada April lalu, di sebuah pesta ulang tahun teman di Australia. Princess, yang akrab disapa Piyin, memang tengah menempuh pendidikan di Negeri Kanguru. Dari perkenalan singkat, obrolan berlanjut melalui pesan singkat, hingga akhirnya tumbuh ketertarikan.
Awalnya, Princess tidak terlalu menanggapi keseriusan Chris, mengingat perbedaan keyakinan di antara mereka. Namun seiring waktu, Chris menunjukkan kesungguhan yang tak main-main. Ia mulai mempelajari Islam, rutin mendatangi masjid, hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf dan menjalani khitan pada usia 31 tahun.
“Saya sempat kaget dan ragu. Tapi dia benar-benar belajar dan memahami, bukan sekadar ikut-ikutan,” tutur Princess.
BACA JUGA:Hadiri Rakor Kemendagri, Herman Deru Tegaskan Akselerasi Serapan APBD 2025 di Sumsel
BACA JUGA:Sambut Danlanal Palembang Baru, Herman Deru Dorong Sinergi Percepat Pelabuhan Samudera Tanjung Carat
Sejak itulah, jalan hidup Chris berubah. Pria yang sebelumnya tak pernah menginjakkan kaki di Indonesia dan tak pernah menjalin hubungan dengan perempuan Asia, kini justru menautkan masa depannya di negeri ini—setidaknya untuk sementara, sebelum pasangan ini menetap di Australia.
Popularitas mendadak pun menghampiri Chris. Julukan “Cisboy” yang kerap disebut Princess di media sosial membuatnya dikenal luas, dari Palembang hingga Jakarta. Namun yang paling membekas baginya adalah pengalaman pertama mengenal budaya Sumatera Selatan, terutama soal kuliner.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: