Kondisi Jalan Tol di Sumsel Disorot, Ini Penyebab Utama dan Upaya Perbaikannya
Kondisi Jalan Tol di Sumsel Disorot, Ini Penyebab Utama dan Upaya Perbaikannya--
HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Sejumlah ruas jalan tol di Sumatera Selatan kembali menjadi perhatian publik.
Beberapa segmen yang tergabung dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dilaporkan mengalami penurunan kualitas, mulai dari permukaan bergelombang hingga munculnya lubang di titik-titik tertentu yang tergolong strategis.
Keluhan pengguna jalan ini bukan tanpa dasar. Karakter wilayah Sumatera Selatan yang unik menjadikan pembangunan dan pemeliharaan jalan tol memiliki tantangan tersendiri dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Sebagian besar ruas tol di Sumsel, termasuk koridor Kayuagung–Palembang–Betung, dibangun di atas lahan rawa dan tanah gambut yang memiliki kandungan air tinggi. Kondisi ini menyebabkan proses penurunan tanah berlangsung secara alami dan memerlukan waktu panjang.
BACA JUGA:Pemkab Muba Optimalkan Lahan Daerah Lewat Program Penanaman Sawit dan Benih Ikan
BACA JUGA:Toyota Rush 2026 Tampil Lebih Gagah, SUV Keluarga Andalan untuk Mobilitas Harian
Meski telah menggunakan metode pemadatan modern seperti vacuum consolidation, pergerakan tanah di bawah permukaan tetap sulit dihindari. Dampaknya, lapisan perkerasan jalan di atasnya berpotensi mengalami retak hingga penurunan kualitas struktur.
Selain faktor tanah, cuaca ekstrem juga berpengaruh besar terhadap kondisi jalan tol di Sumsel. Intensitas hujan yang tinggi membuat sistem drainase bekerja ekstra untuk mengalirkan air dari badan jalan.
Apabila aliran air tidak berjalan optimal, air hujan dapat meresap ke dalam lapisan aspal dan melemahkan daya rekat material. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini memicu pengelupasan aspal dan munculnya lubang, terutama di jalur yang sering dilalui kendaraan berat.
Jalan tol di Sumatera Selatan menjadi jalur utama distribusi logistik antardaerah. Truk pengangkut batubara, kelapa sawit, dan karet mendominasi arus lalu lintas harian.
BACA JUGA:Jembatan Tol Musi V Sudah Tersambung, Jadi Jembatan Tol Terpanjang di Atas Sungai di Indonesia
BACA JUGA:Toyota Kijang Super 2026 Shine Black Hadir Lebih Mewah, Perpaduan Legenda dan Teknologi Modern
Permasalahan muncul ketika kendaraan melintas dengan muatan melebihi batas ketentuan atau dikenal sebagai Over Dimension Over Loading (ODOL).
Beban berlebih ini memberikan tekanan tinggi pada struktur jalan dan secara signifikan mempercepat kerusakan. Secara teknis, dampak ODOL dapat mempersingkat usia jalan jauh di bawah perencanaan awal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: