Dikepung 4 Mega Tol, Sumsel Berubah Jadi Simpul Logistik Baru Sumatera
Dikepung 4 Mega Tol, Sumsel Berubah Jadi Simpul Logistik Baru Sumatera--
HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Jalan tol bukan lagi sekadar infrastruktur pelengkap di Sumatera Selatan (Sumsel).
Sejak 2017 hingga 2026, akselerasi pembangunan tol berlangsung masif dan konsisten, membentuk wajah baru konektivitas wilayah.
Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, proses pembangunan masih terus berlanjut—menandai babak baru transformasi ekonomi Sumsel.
Dimulai dari beroperasinya ruas Tol Palembang–Indralaya pada 2017, efek percepatan akses langsung terasa.
BACA JUGA:BSB Syariah Perkuat Ekosistem Ekonomi Pesantren, 650 Ponpes di Sumsel Jadi Mitra Strategis
Distribusi barang makin efisien, mobilitas masyarakat meningkat, dan kawasan sekitar tol tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
Kini, Sumsel tidak lagi hanya memiliki satu jalur cepat. Empat mega tol strategis tengah memperkuat posisinya sebagai simpul perdagangan dan logistik utama di Pulau Sumatera.
Kayu Agung–Palembang–Betung: Tulang Punggung Distribusi
Ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung menjadi bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.
BACA JUGA:Prediksi Waktu Tempuh Medan–Jakarta, Ketika Tol Trans Sumatera Tersambung
BACA JUGA:Respon Cepat Laporan Warga, Bupati HM Toha Instruksikan Dinsos Muba Bantu Ibu Fitri di Sekayu
Jalur ini mempercepat arus barang dari wilayah selatan dan tengah Sumatera menuju Palembang.
Pemangkasan waktu tempuh hampir 50 persen membuat distribusi kebutuhan pokok, hasil perkebunan, hingga komoditas ekspor lebih lancar.
Selain itu, akses menuju ikon kota seperti Jembatan Ampera juga semakin mudah dijangkau wisatawan.
Betung–Tempino–Jambi: Mengikat Dua Kekuatan Ekonomi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: