Dikepung 4 Mega Tol, Sumsel Berubah Jadi Simpul Logistik Baru Sumatera

Dikepung 4 Mega Tol, Sumsel Berubah Jadi Simpul Logistik Baru Sumatera

Dikepung 4 Mega Tol, Sumsel Berubah Jadi Simpul Logistik Baru Sumatera--

BACA JUGA:Libur Imlek 2026, Bandung Diserbu 150 Ribu Kendaraan, Tol Padaleunyi Naik Signifikan

BACA JUGA:Semarak Pawai Obor Rumah Tahfidz An Nuur Sekayu, Syiar Ramadan 1447 H Hangatkan Malam Kota

Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi akan menyambungkan Sumsel dan Jambi secara langsung. 

Konektivitas ini penting bagi dua provinsi penghasil sawit, karet, dan batu bara.

Dampaknya signifikan: biaya logistik industri perkebunan ditekan, pengiriman barang berat lebih efisien, serta peluang investasi lintas provinsi semakin terbuka lebar.

Simpang Indralaya–Muara Enim: Akses Cepat Kawasan Energi

BACA JUGA:BMKG Sumsel Peringatkan Puncak Air Pasang 14–17 Februari, Tinggi Muka Air Bisa Capai 3,7 Meter

BACA JUGA:Dari Sungai Lilin ke Sirkuit Nasional, Daffa Racing Team 96 Toke Solar Ireng Kibarkan Nama Muba

Keberadaan Tol Simpang Indralaya–Muara Enim menjadi kunci bagi sektor energi dan tambang. Muara Enim selama ini dikenal sebagai pusat batu bara dan industri energi.

Dengan tol, distribusi hasil tambang menuju pelabuhan menjadi lebih cepat dan murah. Kawasan industri Tanjung Enim pun diproyeksikan tumbuh pesat seiring membaiknya akses transportasi.

Lubuklinggau–Curup–Bengkulu: Membuka Jalur Barat Sumatera

Sementara itu, Tol Lubuklinggau–Curup–Bengkulu akan menjadi pintu baru Sumsel menuju pesisir barat. Jalur ini bukan hanya mempercepat arus barang, tetapi juga membuka potensi wisata alam lintas provinsi.

BACA JUGA:Honda X-Tracker 2026, Bukan Cuma Tangguh, Siap Jadi Motor 150cc Paling Irit di Kelasnya

BACA JUGA:Warga Pinang Banjar Aksi, Soroti Kerusakan Parah Jalan Dampak Proyek Tol Betung–Jambi

Distribusi kopi dan karet dari Bengkulu ke pasar Sumsel menjadi lebih cepat. Di sisi lain, kawasan pegunungan dan pantai barat Sumatera akan lebih mudah diakses wisatawan.

Empat mega tol ini bukan hanya memecah kemacetan atau memangkas waktu tempuh. Lebih dari itu, tol-tol tersebut menjadi “nadi ekonomi” yang mempercepat pertumbuhan industri, memperkuat logistik, serta membuka peluang investasi baru.

Dengan jaringan tol yang terus memanjang hingga 2026 dan seterusnya, Sumatera Selatan perlahan menempatkan diri sebagai pusat perdagangan strategis di Sumatera. Infrastruktur kini menjadi fondasi utama—bukan sekadar simbol pembangunan, tetapi mesin penggerak ekonomi masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait