Paus 10 Meter Terdampar di Sungai Somor OKI, Evakuasi Terkendala Perairan Dangkal

Paus 10 Meter Terdampar di Sungai Somor OKI, Evakuasi Terkendala Perairan Dangkal

Paus 10 Meter Terdampar di Sungai Somor OKI, Evakuasi Terkendala Perairan Dangkal--

HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Seekor paus dengan panjang sekitar 10 meter masih bertahan di perairan dangkal Muara Sungai Somor, Desa Sungai Nomor, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), hingga Senin (16/2/2026). 

Upaya menggiring mamalia laut tersebut kembali ke laut lepas belum membuahkan hasil.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI, Ubaidillah, menyatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga pada Minggu (15/2/2026). 

Koordinasi dilakukan dengan Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakabaring untuk menentukan langkah penyelamatan.

BACA JUGA:Lonjakan Trafik Long Weekend Imlek 2026, Ruas Tol Sumatera Ini Paling Signifikan

BACA JUGA:Dikepung 4 Mega Tol, Sumsel Berubah Jadi Simpul Logistik Baru Sumatera

“Sejak laporan masuk, kami berkoordinasi dengan PSDKP KKP. Kendala utama adalah bobot paus yang sangat besar dan kondisi perairan yang dangkal,” ujar Ubaidillah.

Warga bersama perangkat desa sempat mencoba menarik paus menggunakan dua unit speedboat. Namun upaya tersebut gagal karena mesin tidak cukup kuat dan paus kembali terdampar di bibir pantai Muara Sungai Somor.

Camat Cengal, Gatot Holden, mengatakan masyarakat sudah berusaha menggiring paus ke arah muara agar bisa kembali ke laut. “Sudah dicoba diarahkan ke muara, tapi paus kembali lagi ke perairan dangkal,” jelasnya.

Hingga kini, paus masih berada di lokasi yang sama dengan kondisi perairan yang tidak memungkinkan kapal besar mendekat. 

BACA JUGA:BSB Syariah Perkuat Ekosistem Ekonomi Pesantren, 650 Ponpes di Sumsel Jadi Mitra Strategis

BACA JUGA:Proyek Pembangunan Ulang Jembatan P.6 Lalan Kembali Terganggu, Tongkang Batu Bara Robohkan Tiang Pancang

Pemerintah daerah terus berupaya menjalin komunikasi dengan petugas di lapangan untuk menentukan metode evakuasi yang lebih efektif.

Paus pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat bernama Sofyan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: