Tol Palembang–Betung Jadi Lintasan Emas Sumsel, Diprediksi Selalu Padat Kendaraan

Tol Palembang–Betung Jadi Lintasan Emas Sumsel, Diprediksi Selalu Padat Kendaraan

Pembangunan overpass tol Palembang Betung--

HARIANMUBA.DISWAY.ID – Kehadiran Jalan Tol Palembang–Betung disebut-sebut bakal menjadi ruas paling sibuk di Sumatera Selatan. 

Berbeda dengan ruas lain seperti Palembang–Indralaya atau Simpang Indralaya–Prabumulih yang dominan melayani mobilitas internal provinsi, tol ini berstatus lintas provinsi dan menjadi penghubung strategis arus kendaraan dari Lampung menuju Jambi maupun sebaliknya.

Faktor inilah yang membuat volume kendaraan di ruas sepanjang 69 kilometer tersebut diprediksi selalu tinggi, bahkan sejak tahap operasional terbatas.

Tol Palembang–Betung merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dan terintegrasi dalam koridor Kayu Agung–Palembang–Betung dengan total panjang 111 kilometer.

BACA JUGA:Mau Mudik Lebaran 2026, Ini 4 Mobil Paling Nyaman dan Aman untuk Perjalanan Jauh

BACA JUGA:Tetap Bertahan di Tengah Zenix, Ini Alasan Toyota Kijang Innova Reborn Masih Diburu Konsumen

Secara geografis, ruas ini menghubungkan empat kota/kabupaten di Sumsel sekaligus menjadi simpul pergerakan kendaraan antarpulau Sumatera. Arus logistik dari arah Provinsi Lampung menuju Jambi kini memiliki alternatif jalur bebas hambatan tanpa harus terjebak kemacetan panjang di jalan arteri Lintas Timur.

Selama puluhan tahun, jalur arteri menjadi titik rawan kepadatan akibat dominasi truk angkutan barang. Dengan hadirnya tol ini, distribusi logistik diperkirakan jauh lebih lancar dan efisien.

Setelah lima tahun masa konstruksi, tol ini mulai dibuka secara operasional terbatas pada triwulan I 2026. Pengendara sudah dapat melintas, meski operasional penuh ditargetkan dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan.

Statusnya sebagai “lintasan emas” bukan sekadar istilah. Ruas ini diyakini menjadi fondasi Sumsel dalam mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen pada 2026, terutama melalui efisiensi biaya logistik dan percepatan mobilitas barang.

BACA JUGA:Ramadan di Simpang Bayat, Dari Singkong Murah Menjadi Tepung Bernilai Tinggi

BACA JUGA:Ramadan 2026 di Muba, Pemkab Siapkan 4 Agenda Religius yang Libatkan Ribuan Warga

Hingga 2026, Sumatera Selatan memiliki total tujuh ruas tol yang terdiri dari sembilan seksi, seluruhnya terintegrasi dengan Palembang sebagai poros utama.

Kota tertua di Indonesia ini kini praktis “dikepung” jaringan tol dari berbagai arah. Dua jalur utama bahkan segera beroperasi penuh, mengunci posisi Palembang sebagai simpul strategis distribusi regional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait