Ramadan 2026, Warga RI Manfaatkan ChatGPT untuk Menu Sahur, Atur Jadwal, hingga Rintis Usaha

Ramadan 2026, Warga RI Manfaatkan ChatGPT untuk Menu Sahur, Atur Jadwal, hingga Rintis Usaha

Ramadan 2026, Warga RI Manfaatkan ChatGPT untuk Menu Sahur, Atur Jadwal, hingga Rintis Usaha--

HARIANMUBA.DISWAY.ID, — Ramadan tahun ini menghadirkan tren baru di Indonesia. Bukan hanya peningkatan aktivitas ibadah dan belanja kebutuhan pokok, tetapi juga lonjakan penggunaan kecerdasan buatan sebagai “asisten digital” selama bulan suci.

Perusahaan teknologi OpenAI mencatat kenaikan hingga 85 persen pada penggunaan prompt bertema Ramadan di aplikasi ChatGPT sepanjang Januari 2026. Angka tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari.

Head of Communications Asia Tenggara OpenAI, Grace Chua, mengungkapkan bahwa pola pertanyaan pengguna kini jauh lebih spesifik dan kontekstual.

“ChatGPT semakin digunakan sebagai teman yang membantu menentukan pilihan selama bulan suci,” ujarnya dalam keterangan resmi.

BACA JUGA:BPBD Muba Siap Diperkuat, DPRD Soroti Respons Cepat Bencana dan Revisi Perda Pesta Rakyat

BACA JUGA:TPP PPPK Banyuasin 2026 Ditiadakan, Sekda Sebut Tergantung Kemampuan Keuangan Daerah

Jika sebelumnya pertanyaan cenderung umum, kini pengguna datang dengan kebutuhan yang terarah—seperti menyusun menu sahur sehat berdasarkan bahan yang tersedia di rumah, menghitung anggaran belanja Ramadan, hingga merancang jadwal harian agar tetap produktif saat berpuasa.

Banyak pengguna juga memasukkan detail personal, seperti target kalori, dana terbatas, atau jam kerja fleksibel, untuk mendapatkan jawaban yang lebih relevan dan aplikatif.

Menariknya, AI juga dimanfaatkan untuk menjaga ritme aktivitas selama Ramadan. Pengguna meminta bantuan menyusun jadwal kerja, waktu istirahat, hingga agenda ibadah agar tetap seimbang.

Fitur seperti Agent Mode memungkinkan perencanaan tugas berdasarkan tingkat energi harian. Misalnya, pekerjaan berat diselesaikan di pagi hari, sementara aktivitas ringan dijadwalkan menjelang berbuka atau setelah salat tarawih.

BACA JUGA:Negara Kehilangan Putra Terbaik, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

BACA JUGA:Investasi Sawit di Sekayu Disiapkan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Pemkab Muba Pastikan Kesesuaian Tata Ruang

Tren ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi kompleks, melainkan alat praktis untuk mendukung produktivitas dan pengambilan keputusan.

Selain kebutuhan personal, Ramadan juga dimaknai sebagai peluang ekonomi. Banyak pengguna meminta panduan memulai usaha musiman, seperti bisnis takjil, katering sahur, hingga penjualan hampers.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: