Petani di Lampung Tewas Diserang Gajah Liar

Sabtu 12-11-2022,07:49 WIB
Editor : Dodi

Terkait konflik gajah dan manusia, empat mahout diturunkan untuk memimpin penggiringan kawanan gajah liar yang saat ini memasuki wilayah Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

Kemunculan kawanan hewan berbelalai itu menyebabkan kerusakan, khususnya tanaman milik masyarakat.

Menurut Kepala Bidang TNBBS Wilayah II Liwa Amri melalui Kepala TNBBS Resort Suoh Sulki, penggiringan akan dimulai Jumat 11 November 2022. 

Kegiatan ini melibatkan mitra TNBBS dan sejumlah pihak. Termasuk satuan tugas dari sejumlah pekon yang akan diikutsertakan dalam proses penggiringan gajah.

BACA JUGA:Resmikan Mess Leanpuri Bumi Perkemahan Gandus, Herman Deru : Pramuka Harus Jadi Teladan Bagi Semua Kalangan

”Balai Besar menugaskan empat mahout dari Pemerihan," kata Sulki. 

Sebelum penggiringan ke kawasan TNBBS, akan dibahas skenario bersama pihak-pihak terkait. 

Sulki berharap penggiringan akan menjauhkan kawanan gajah serta tidak kembali ke pemukiman dan perkebunan. 

“Jadi seperti apa penggiringannya, akan dibahas oleh tim. Banyak yang kami libatkan dalam penggiringan ini. Termasuk satgas pekon," ujarnya. 

BACA JUGA:Bandar Arisan Online Diamankan, Tipu 192 Nasabah, Terancam 4 Tahun Penjara

Dilanjutkan, mahout juga bisa memberikan pelatihan, bagaimana menghadapi satwa dilindungi tersebut.

Dari data yang dihimpun, Sulki menyatakan, selama kawanan gajah memasuki wilayah Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, ada beberapa kebun yang tanamannya dirusak dan dimakan.

”Tentunya kami akan terus berupaya bagaimana kawanan gajah ini tidak kembali lagi masuk perkebunan dan mendekati pemukiman penduduk, sehingga menimbulkan kerugian di masyarakat," tandasnya. (*)

 

Kategori :