BACA JUGA:Tipidkor Polda Bengkulu OTT Dua Pejabat dan Satu Honorer Diknas Bengkulu Utara
Dari sini, gajah kembali ke kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Warga Desa Tambah Dadi yang mendengar ada serangan gajah liar langsung berusaha memberikan pertolongan.
Zarkoni dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana.
Selanjutnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Akhmad Yani, Kota Metro.
BACA JUGA:Ini 26 Pemain Timnas Jerman di Piala Dunia 2022
Setelah sempat menjalani perawatan, Zarkoni menghembuskan nafas terakhir, pukul 11.30 WIB, Jumat 11 November 2022.
Jenazahnya dibawa ke rumah duka dan dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Tambah Dadi, pukul 15.30 WIB.
“Kami berharap, Balai TNWK serta pihak terkait segera mencari solusi agar gajah liar tidak lagi masuk ke kawasan perladangan penduduk,” harap Prayit.
Sebelumnya, 31 Oktober 2021, Sutikno (55), warga Dusun 5, Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur tewas akibat serangan gajah.
BACA JUGA:PWI Silahtuhrahmi Bersama Pengadilan Negeri Banyuasin
Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution menjelaskan, korban yang berprofesi sebagai petani itu diduga tewas akibat serangan gajah liar.
Berdasar keterangan saksi, peristiwa berawal ketika korban pergi ke ladang yang lokasinya berbatasan dengan kawasan TNWK. Tujuannya, untuk menunggu tanamannya agar tidak diganggu binatang liar.
Sesampainya di ladang, korban berpencar dengan petani lainnya yang juga sedang menunggu tanaman.
Namun, beberapa saat kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka di sekujur tubuhnya yang diduga akibat serangan gajah liar. Warga kemudian mengevakuasi tubuh korban ke rumah duka.
BACA JUGA:Nilai Pentingnya Arsip Sejarah Sebagai Warisan Generasi Penerus