Sementara, di OKU Selatan 14 Titik, Prabumulih 9 titik, OKU Timur 9 titik, Pagaralam 2 titik, Lubuklinggau 1 titik. Hanya Palembang yang masih nihil hotspot.
BACA JUGA:Tampil Lebih Garang, Inilah Spesifikasi Honda CB650R, Performa Mesin dan Fitur Pendukung
“Untuk water bombing sudah dilaksanakan. Helikopter bantuan BNPB sudah datang. Sedangkan TMC belum,” kata Ansori.
Untuk rekayasa hujan buatan ini masih menunggu persetujuan dan bantuan pusat. Berdasarkan hasil patroli udara, wilayah yang terpantau ada karhutla yakni Muara Enim, PALI dan Musi Rawas.
“Tapi untuk berapa luasan lahan yang terbakar belum ada. Nanti akan dikeluarkan oleh Kementerian LHK,” tandasnya.
Sementara, penyebabnya karhutla masih sama. Sebagian besar ulah manusia. Seperti yang terungkap di wilayah Ogan Ilir. Pada 26 Mei lalu, muncul hotspot di daerah Pemulutan.
BACA JUGA:Menyedihkan, Tak Punya Uang Untuk Pelunasan, Nenek Rohaya Asal Muba Tertunda Berangkat Haji
BACA JUGA:Kades di Masuji OKI Ditahan Kejaksaan, Terkait Pungutan Pembuatan SPH
Ternyata, terjadi karhutla di Desa Tanjung Pasir. “Karhutla terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, luasnya 1 hektare,” ujar kepala BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat.
Pihaknya bersama personel Polsek Pemulutan, TNI dan Manggala Agni mendatangi titik itu. Yang terbakar berupa vegetasi ranting dan pohon.
Upaya pemadaman dibantu dengan helikopter waterbombing.
Sementara, digelar rapat koordinasi pencegahan karhutla. Hadir Bupati OKI H Iskandar SE, Kasrem 044/Gapo Letkol Inf Tri Yudianto Hendro Winoto SIP Wibowo, BPBD OKI dan stakeholder terkait.
BACA JUGA:Ternyata PNS Laki-laki Boleh Poligami Loh! Tapi Harus Patuhi Aturan dan Syarat Ini...
“Prediksi BMKG akan terjadi El Nino. Jadi semua harus bergerak melakukan antisipasi,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo.