Chatbot modern berbasis kecerdasan buatan (AI) kini mampu memahami konteks percakapan, menjawab pertanyaan umum, hingga memproses permintaan pelanggan secara mandiri.
Melalui chatbot, pelanggan dapat memeriksa status pesanan, menanyakan informasi produk, hingga melakukan reservasi. Selain meningkatkan efisiensi, AI chatbot dapat diprogram untuk belajar dari interaksi sebelumnya, sehingga seiring waktu performanya akan makin cerdas dan responsif.
7. Sediakan jalur ke agen manusia saat diperlukan
BACA JUGA:Dekranasda Muba Bangga Tampil di HUT ke-45 Dekranas, Dorong Promosi Kriya Daerah
Meskipun otomatisasi sangat membantu, tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh chatbot. Ada kalanya pelanggan ingin berbicara langsung dengan staf manusia, terutama untuk kasus komplain yang serius.
Solusinya, bisnis perlu menyediakan fitur "live agent" atau “hubungi admin” yang mudah diakses langsung dari pesan otomatis. Hal ini perlu dilakukan untuk Menyeimbangkan otomatisasi dan interaksi manusia.
8. Lakukan A/B testing secara rutin
Tidak semua otomatisasi pesan akan berhasil dalam percobaan pertama. Inilah mengapa A/B testing sangat penting. Cobalah dua atau lebih versi pesan berbeda, lalu ukur mana yang paling efektif.
Kamu bisa menguji perbedaan gaya bahasa, format CTA, hingga waktu pengiriman yang efektif. Selanjutnya, kamu dapat menggunakan data hasil testing untuk mengoptimalkan strategi otomatisasi.
Kesimpulan
Menggunakan otomatisasi pesan secara strategis adalah langkah cerdas dalam membangun komunikasi yang efektif dan berkelanjutan dengan pelanggan. Namun, agar pesan otomatis berdampak positif, kamu perlu mengombinasikan secara seimbang antara teknologi, empati, dan strategi yang matang.