2. Segmentasi audiens berdasarkan data pelanggan
Segmentasi berarti membagi pelanggan menjadi kelompok berdasarkan kriteria tertentu, seperti: usia, lokasi geografis, maupun riwayat transaksi. Dengan segmentasi pelanggan, kamu bisa mengirim pesan otomatis secara tepat sasaran. Karena pesan yang relevan akan lebih berpeluang untuk dibaca, dibalas, dan diikuti tindakannya, dibandingkan pesan massal biasa.
Contohnya, pelanggan baru akan mendapat pesan perkenalan dan panduan penggunaan produk, sedangkan pelanggan lama akan menerima rekomendasi produk pelengkap atau tawaran untuk bergabung program loyalitas.
3. Gunakan nada bahasa yang santai dan akrab
BACA JUGA:Pemkab Muba Sigap Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Longsor di Serasan Jaya Kota Sekayu
Nada bicara (tone of voice) menentukan bagaimana pesan diterima oleh pelanggan. Nada yang terlalu formal bisa terasa kaku, sedangkan nada yang terlalu santai bisa dianggap tidak profesional. Bentuklah nada biasa yang menggambarkan karakteristik brand.
Jika kamu memilih anak muda atau pengguna media sosial sebagai target audiens, maka gunakanlah bahasa yang ringan dan kekinian. Sebaliknya, untuk menjangkau segmen yang profesional, gunakan bahasa sopan namun tetap hangat.
4. Kirim pesan di waktu yang tepat
Waktu kirim sangat menentukan apakah pesan akan dibuka atau diabaikan. Jika kamu mengirimkan pesan terlalu pagi, kemungkinan pesan dianggap mengganggu. Jika terlalu malam, kemungkinan akan dianggap spam.
BACA JUGA:Ada Rest Area Tipe A di Tol Palembang-Betung , Sudah Mulai Dibangun
Sehingga idealnya, kamu perlu menganalisa waktu aktif pelanggan berdasarkan data histori dan perilaku mereka. Kamu dapat menggunakan beberapa platform, seperti WhatsApp API atau tools CRM untuk menjadwalkan pesan secara otomatis berdasarkan waktu lokal pelanggan.
5. Sertakan CTA (Call to Action) yang jelas
Pesan otomatis sebaiknya tidak berakhir pasif. Bila perlu, tambahkan Call to Action (CTA) agar pelanggan tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. CTA yang baik bersifat jelas, singkat, dan langsung ke tujuan.
Jika memungkinkan, tambahkan tombol interaktif yang dapat mengarahkan pelanggan pada link laman situs produk. dengan demikian, CTA akan menjadi jembatan antara interaksi dan konversi. Tanpa CTA, pesan hanya jadi informasi yang berpeluang besar diabaikan.
BACA JUGA:83 Pelaku IRTP Muba Diberi ‘Kunci’ Keamanan Pangan untuk Genjot Daya Saing Lokal
6. Manfaatkan chatbot dan otomatisasi AI