Lima Fly Over di Muara Enim Siap Dibangun Mulai 2026, Target Rampung 2027

Senin 26-01-2026,12:49 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

HARIANMUBA.DISWAY.ID,- Pemerintah Kabupaten Muara Enim memastikan pembangunan lima fly over (jembatan layang) yang melintasi jalan nasional dan perlintasan sebidang kereta api akan segera dimulai pada tahun 2026. 

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus memperkuat keselamatan pengguna jalan di wilayah Muara Enim.

Sementara itu, Fly Over Gelumbang telah lebih dulu beroperasi dan kini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muara Enim, Drs H Emran Thabrani, MSi, menyampaikan bahwa apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kelima fly over tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2027.

BACA JUGA:Redmi Note 15 5G Resmi Dijual di Indonesia: Desain Curved Elegan, Kamera 108MP, dan Tahan Banting

BACA JUGA:Toyota Rush Hybrid 2026 Masih Wacana, Ini Fakta Konsumsi BBM dan Spesifikasi Rush Terbaru

“Jika progres berjalan lancar, pembangunan dimulai tahun 2026 dan diharapkan 2027 seluruh fly over sudah dapat digunakan. Dengan begitu, arus lalu lintas akan semakin aman dan lancar,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Emran yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Muara Enim menjelaskan, kelima fly over tersebut akan dibangun di titik-titik strategis yang selama ini rawan kemacetan, yakni:

  • Fly Over Simpang Belimbing (JPL 99)
  • Fly Over Gunung Megang I (JPL 104)
  • Fly Over Gunung Megang II (JPL 106)
  • Fly Over Ujan Mas (JPL 111)
  • Fly Over Sudirman Muara Enim (JPL 123)

Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan peninjauan lapangan serta pendataan lahan di empat lokasi fly over. 

BACA JUGA:Siswa MAN 1 Musi Banyuasin Antusias Ikuti Sosialisasi Kampus Politeknik Sriwijaya

BACA JUGA:Tol Betung–Jambi Kian Tersambung, Waktu Tempuh Dipangkas Jadi 2–3 Jam pada 2026

Khusus untuk Fly Over Sudirman, status lahannya sudah clear and clean, sehingga siap masuk tahap konstruksi.

Saat ini, proyek tersebut masih berada pada tahap penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) yang dikerjakan oleh masing-masing instansi terkait sesuai kebutuhan lahan.

Selanjutnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melakukan pemasangan patok berdasarkan ROW Plan (Right of Way). Tahapan ini akan dilanjutkan dengan proses overlay bersama data Groundkart atau peta tanah PT KAI.

“Overlay ini penting untuk mencocokkan batas perencanaan dengan kondisi fisik di lapangan agar tidak terjadi perbedaan data,” jelas Emran.

Kategori :