Selain mempercepat distribusi komoditas seperti kopi, jalur ini juga membuka akses wisata lintas provinsi.
BACA JUGA:Honda CR-V 2026, SUV Nyaman yang Mengubah Perjalanan Jadi Momen Berkualitas
Sejumlah ruas dan seksi dari empat tol tersebut direncanakan dibuka secara bertahap mulai akhir 2025, seiring progres konstruksi yang terus dikebut.
Kehadiran tol-tol ini diharapkan memangkas waktu tempuh antardaerah dari hitungan hari menjadi hanya beberapa jam.
Efeknya langsung terasa pada biaya logistik, distribusi barang, hingga kelancaran mobilitas tenaga kerja.
Keempat tol ini dirancang dalam satu visi besar: menjadikan Sumatera Selatan sebagai simpul distribusi utama di Pulau Sumatra.
BACA JUGA:Transparansi Anggaran Desa Diperkuat, BPD Cinta Damai Sepakati Perdes LPJ APBDes 2025
Dengan posisi geografis yang strategis dan jaringan tol lintas provinsi, Sumsel berpotensi menjadi penghubung utama jalur perdagangan dari selatan ke tengah Sumatra.
Tak hanya sektor industri dan logistik, sektor pariwisata dan UMKM juga diprediksi ikut terdongkrak berkat akses yang semakin terbuka.
Pembangunan tol di Sumsel membuktikan bahwa keterbatasan alam bukan penghalang. Justru dari hutan dan rawa inilah, jalan menuju pusat-pusat ekonomi baru Sumatra sedang dibentuk.