HARIANMUBA.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat fondasi pembangunan berbasis data.
Melalui Forum Satu Data Indonesia (SDI) Kabupaten Muba, digelar Focus Group Discussion (FGD) Verifikasi Data Sektoral, Pembinaan Statistik Sektoral, serta persiapan penyusunan publikasi Kabupaten Muba Dalam Angka Tahun 2026, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Virtual Room Dinas Kominfo Muba ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap data yang diproduksi perangkat daerah benar-benar valid, terstandar, dan saling terintegrasi.
FGD dibuka oleh Kepala Bappeda Muba yang diwakili Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Irma Santi Dewi, ST., M.A.P. Turut hadir perwakilan BPS Kabupaten Muba Tri Setianta serta Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai Walidata Kabupaten, bersama seluruh perangkat daerah selaku produsen data, baik secara luring maupun daring.
BACA JUGA:PPM Muba Periode 2025–2030 Dikukuhkan, Bupati Toha Tekankan Peran Strategis Pemuda Jaga Kebangsaan
Irma Santi Dewi menegaskan, kualitas data menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, tanpa data yang akurat dan mutakhir, perencanaan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran.
“Data yang telah diverifikasi dan distandarisasi akan menjadi pijakan utama dalam perencanaan pembangunan berbasis bukti (evidence-based planning). Selain itu, data tersebut juga menjadi fondasi utama dalam penyusunan publikasi resmi ‘Muba Dalam Angka 2026’,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba, Daud Amri, SH, menekankan komitmen pihaknya dalam mengawal implementasi Satu Data Indonesia di tingkat kabupaten.
Sebagai walidata, Diskominfo berperan memastikan proses pengumpulan, pengolahan, hingga diseminasi data berjalan sesuai prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.
BACA JUGA:Gas LPG dan Emas Digondol Subuh Hari, Dua Pelaku Curanmor Rumah di Lais Dibekuk Kurang dari 24 Jam
BACA JUGA:Tronton Tangki Selip, Jalintim KM 76 Babat Supat Macet Panjang, Arus Lalin Bergantian
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan BPS sebagai pembina data statistik serta Bappeda sebagai perencana pembangunan. Tujuannya agar data sektoral yang dihasilkan perangkat daerah benar-benar akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Melalui FGD ini, Pemkab Muba menargetkan terbangunnya sinergi yang lebih solid antara produsen data, pembina data, dan walidata.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem statistik sektoral yang selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia: standar data, metadata, interoperabilitas, dan kode referensi yang sama.