Sementara itu, pada Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung, pengerjaan difokuskan pada pemasangan balok jembatan (girder).
BACA JUGA:Honda CB350 DLX 2026, Motor Retro Modern dengan Fitur Canggih, Cocok untuk Harian hingga Touring
Proses ini dilakukan dengan sistem buka-tutup lalu lintas di Jalintim KM 61–71 dan dijadwalkan berlangsung hingga 14 Februari 2026.
Pengendara diimbau tetap berhati-hati dan mematuhi arahan petugas selama proses pekerjaan berlangsung.
Secara keseluruhan, Tol Palembang–Betung memiliki panjang 111,69 kilometer dan ditargetkan selesai sepenuhnya serta beroperasi normal pada triwulan II tahun 2026.
Jika telah beroperasi penuh, waktu tempuh Palembang–Betung diproyeksikan hanya sekitar satu jam. Efisiensi ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga mempercepat distribusi logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Cegah Kesalahan LPJ dan Risiko Hukum, Disdikbud Muba Gandeng Kejaksaan–Inspektorat Bimtek Dana BOSP
AHY juga mendorong percepatan pembebasan lahan dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku agar pembangunan berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek hukum dan hak masyarakat.
“Lanjutkan dan tuntaskan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang–Betung untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Terima kasih atas kerja kerasnya,” ujarnya.
Dengan percepatan yang terus dilakukan, Lebaran 2026 berpotensi menjadi momen perdana bagi masyarakat merasakan perjalanan Palembang–Betung yang lebih cepat, aman, dan nyaman.