HARIANMUBA.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) terus mengakselerasi reformasi birokrasi dengan menitikberatkan pada penguatan merit system dan optimalisasi talent pool aparatur sipil negara (ASN).
Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja ke Politeknik STIA LAN Bandung, Kamis (12/2/2026).
Rombongan Pemkab Muba dipimpin Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Muba, Drs. H. RE Aidil Fitri, bersama tim teknis.
Kehadiran mereka disambut Direktur Politeknik STIA LAN Bandung Dr. Muhamad Nur Afandi, SPd., MT., didampingi Wakil Direktur II Dr. Nita Nurliawati, S.Sos., M.Si., Kepala Pusat Penjaminan Mutu Dr. Hendrikus T. Gedeona, S.IP., M.Si., serta jajaran Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M).
BACA JUGA:Mudik 2026 Lebih Singkat, Tol Palembang–Betung Dikebut, Dari 3 Jam Jadi 1 Jam
BACA JUGA:Pemkab Muba Kebut Program PPTPKH, Ribuan Lahan Warga Ditargetkan Berstatus Legal Akhir Februari 2026
Berbeda dari kunjungan seremonial, pertemuan ini lebih menitikberatkan pada langkah konkret penyempurnaan manajemen ASN berbasis kompetensi.
Salah satu fokus utama adalah pemetaan jabatan dan penguatan sistem merit melalui pemanfaatan hasil talent pool untuk memastikan penempatan pejabat sesuai kapasitas dan kinerja.
Aidil Fitri menegaskan bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya pada aspek administratif, tetapi harus menyentuh sistem manajemen SDM secara menyeluruh.
“Ke depan, tata kelola pemerintahan harus berbasis kompetensi dan kinerja. Talent pool menjadi instrumen penting agar promosi dan rotasi jabatan benar-benar objektif, transparan, dan sesuai prinsip merit system,” ujarnya.
BACA JUGA:Mudik 2026 Tanpa Drama Macet? Tol Palembang–Betung Siap Jadi Penyelamat Jalintim Palembang–Jambi
BACA JUGA:Muspar IX BKOW Sumsel 2026, GOW Muba Dorong Perempuan Lebih Aktif di Legislatif hingga Eksekutif
Menurutnya, tantangan pemerintahan daerah semakin kompleks sehingga dibutuhkan aparatur yang adaptif, profesional, dan berorientasi pelayanan publik.
Karena itu, kolaborasi dengan institusi akademik seperti Politeknik STIA LAN Bandung dinilai strategis untuk menghadirkan pendampingan berbasis kajian ilmiah dan praktik terbaik administrasi publik.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah rencana aksi, di antaranya penyusunan kajian regulasi kepegawaian, evaluasi kelembagaan perangkat daerah, pelatihan teknis manajemen ASN, serta pendampingan penyempurnaan struktur organisasi agar lebih efektif dan efisien.