Pendekatan yang diterapkan bersifat komprehensif, mencakup pemantauan kasus, evaluasi efektivitas vaksin, hingga pelibatan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit rujukan.
BACA JUGA:Tanjung Carat Disiapkan Jadi Pelabuhan Laut Dalam Sumsel, Solusi Atasi Pendangkalan Sungai Musi
BACA JUGA:Dari Sopir Truk hingga Pelaku UMKM, Tol Trans Sumatera Ubah Wajah Ekonomi Sumsel
Pelaksanaan program melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Pemerintah Kota Palembang, serta dukungan berbagai tenaga kesehatan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam peluncuran program tersebut, termasuk Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva dan Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru.
Target “Sumsel Nol Kematian Dengue 2030” menjadi komitmen besar pemerintah daerah dalam bidang kesehatan masyarakat. Dengan memulai dari kelompok usia sekolah dasar, pemerintah berharap tercipta perlindungan kolektif yang berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menandai pergeseran pendekatan dari reaktif menjadi preventif—mencegah sebelum jatuh korban.
BACA JUGA:Hangatnya Tradisi Mancang di Muara Enim, Patungan Sapi Jadi Ajang Silaturahmi Sambut Ramadhan 1447 H
BACA JUGA:Kolaborasi Polisi, TNI dan Perusahaan di Lais Tanam Jagung 1,5 Hektare, Dorong Ketahanan Pangan Muba
Jika konsisten dijalankan dan diperluas, Palembang bisa menjadi model pengendalian dengue berbasis vaksinasi bagi daerah lain di Indonesia.