Tol Trans Sumatera Pangkas Waktu Tempuh Aceh–Jakarta Jadi 24 Jam, Perjalanan Darat Tak Lagi 4 Hari

Minggu 22-02-2026,07:40 WIB
Reporter : Dodi
Editor : Dodi

HARIANMUBA.DISWAY.ID – Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang ditargetkan tersambung penuh membawa harapan besar bagi mobilitas lintas Pulau Sumatera. 

Jika seluruh jalur utama (backbone) rampung, perjalanan darat dari Banda Aceh menuju Jakarta diperkirakan bisa ditempuh hanya 24 hingga 30 jam.

Angka ini jauh lebih singkat dibandingkan kondisi saat ini. Tanpa koneksi tol penuh, perjalanan darat Aceh–Jakarta biasanya memakan waktu 70 hingga 80 jam atau sekitar 3–4 hari, tergantung kondisi jalan dan kepadatan lalu lintas.

Dengan panjang jalur utama sekitar 2.818 kilometer dari Banda Aceh hingga Bakauheni, Lampung, kendaraan yang melaju rata-rata 80–100 km per jam diperkirakan mampu menuntaskan perjalanan darat di Pulau Sumatera dalam waktu kurang dari 24 jam.

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Perketat Aturan Lalu Lintas Sungai Usai Tongkang Senggol Siring Batanghari Sembilan

BACA JUGA:Kuota Haji 2026 Turun, 7.036 Jemaah Berangkat dari Embarkasi Palembang dalam 16 Kloter

Konektivitas ini diyakini akan mengubah peta distribusi logistik, memangkas biaya operasional angkutan barang, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah di Sumatera.

Setibanya di Bakauheni, perjalanan dilanjutkan menyeberangi Selat Sunda menuju Merak menggunakan kapal ferry eksekutif dengan estimasi waktu 1 hingga 1,5 jam.

Dari Pelabuhan Merak, perjalanan ke Jakarta melalui Tol Tangerang–Merak diperkirakan memakan waktu 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi lalu lintas menuju gerbang tol di ibu kota.

Jika dihitung secara keseluruhan, waktu tempuh bersih dari Banda Aceh hingga Jakarta berada di kisaran 24–30 jam. 

BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026 Makin Lancar, 6 Ruas Tol Baru Dibuka Gratis Secara Fungsional

BACA JUGA:Isuzu 9-Seater 2026, MPV Diesel 9 Penumpang yang Siap Jadi Andalan Travel dan Keluarga Besar

Namun durasi riil di lapangan tetap bergantung pada waktu istirahat di rest area, antrean pelabuhan, serta stamina pengemudi.

Pemerintah menargetkan penyelesaian bertahap proyek strategis nasional ini. Pada periode 2024–2026, fokus diarahkan pada penyambungan ruas-ruas penting yang belum terhubung. 

Sementara penyambungan penuh jalur utama dari Lampung hingga Medan ditargetkan rampung sekitar 2029–2031.

Kategori :