Dalam arahannya, ia meminta seluruh satuan tugas segera melaksanakan analisis dan evaluasi operasional di posko masing-masing serta memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab selama operasi berlangsung.
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Temui 16 Rektor, Bangun Sinergi Kampus dan Polri untuk Keamanan dan Ketahanan Pangan
Sementara itu, Sandi Nugroho, selaku Kapolda Sumatera Selatan, menegaskan bahwa seluruh jajaran bergerak secara terkoordinasi guna menjaga kelancaran arus mudik.
“Pengantongan kendaraan berat di perbatasan, pengaktifan Tim Urai Macet, serta pemantauan di seluruh pos merupakan langkah strategis agar perjalanan pemudik tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya yang menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan selama operasi berlangsung.
Polda Sumsel juga mengimbau pengemudi kendaraan angkutan berat untuk mematuhi kebijakan pengantongan kendaraan yang diterapkan selama periode operasi. Sementara para pemudik diminta memanfaatkan pos pelayanan yang tersedia di jalur mudik untuk mendapatkan informasi lalu lintas, layanan kesehatan, maupun bantuan darurat.
BACA JUGA:THR ASN Muba Cair Jelang Lebaran, Suntik Perputaran Ekonomi Daerah Hingga Rp72 Miliar
BACA JUGA:Pemkab Muba Dorong Literasi Digital, Warga Diminta Tidak Mudah Terpengaruh Informasi di Media Sosial
Diketahui, Operasi Ketupat Musi 2026 akan berlangsung hingga 25 Maret 2026 guna memastikan arus mudik dan arus balik Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Selatan.