Gelar Turnamen Esports Tanpa Izin ESI, Panitia Terancam Sanksi Pidana dan Denda Rp1 Miliar
Gelar Turnamen Esports Tanpa Izin ESI, Panitia Terancam Sanksi Pidana dan Denda Rp1 Miliar--
HARIANMUBA.DISWAY.ID – Dunia esports di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian berkembang setelah resmi dikukuhkannya Cabang Olahraga (Cabor) Elektronik Sport Indonesia (ESI) di bawah naungan KONI Muba.
Namun, perkembangan ini juga diikuti dengan aturan ketat yang wajib dipatuhi oleh setiap penyelenggara turnamen.
Ketua ESI Muba, Arie Syarif Alqonani, mengingatkan bahwa setiap kegiatan esports seperti Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, hingga eFootball wajib berkoordinasi dengan ESI.
Hal ini demi menjamin legalitas dan keberlanjutan prestasi para atlet esports lokal.
BACA JUGA:Pemkab Muba Libatkan Desa dan Perusahaan dalam Upaya Pencegahan Banjir di Babat Supat
BACA JUGA:5 Aplikasi AI Gratis untuk Bikin Desain Jualan Lebih Menarik di Marketplace
“ESI hadir sebagai wadah resmi bagi para gamers untuk menyalurkan bakat dan hobinya, sekaligus mengantarkan mereka menuju prestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Tapi semua harus sesuai regulasi, sama seperti cabang olahraga lainnya,” ujarnya.
Arie menegaskan, penyelenggaraan turnamen esports tanpa izin ESI berisiko tinggi. Sesuai UU No. 3 Tahun 2005 tentang Keolahragaan Nasional dan PP No. 17 Tahun 2007, pihak yang melanggar dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal dua tahun dan/atau denda hingga Rp1 miliar.
“Kalau ada event ilegal, tentu berpotensi dibubarkan. Bahkan panitianya bisa terjerat pidana. Kasihan juga para gamer yang sudah ikut, bakatnya jadi sia-sia karena tidak tercatat resmi,” tegas Arie.
Meski demikian, Arie memastikan ESI Muba selalu mendukung siapa pun yang ingin menggelar turnamen esports. Syaratnya, penyelenggara harus melibatkan ESI agar kegiatan tersebut diakui secara resmi.
BACA JUGA:Toyota Baby Land Cruiser, SUV Kompak Rasa Tangguh yang Siap Jadi Idola Baru
BACA JUGA:Viral! Insiden Polisi Pecahkan Kaca Truk di PALI, Propam Polda Sumsel Turun Tangan
“Bukan tidak boleh bikin event, silakan saja. Tapi harus melalui koordinasi dengan ESI Muba. Sama seperti sepak bola yang wajib izin PSSI, esports juga ada payung hukumnya,” jelasnya.
Arie menambahkan, ESI Muba juga menyiapkan program pembinaan atlet untuk menghadapi event tingkat provinsi dan nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: