Musim Hujan, Produksi Getah di Sanga Desa Menurun

Musim Hujan, Produksi Getah di Sanga Desa Menurun

Getah karet di Sanga Desa--

HARIANMUBA.COM,- Musim Hujan, produksi Getah di Kecamatan Sanga Desa menurun.

Masih tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Sanga Desa Musi Banyuasin dalam beberapa pekan ini, ternyata berdampak terhadap para petani karet.

Pasalnya, produksi getah karet yang mereka hasilkan menurun cukup drastis dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini dikarenakan aktifitas penyadapan karet mereka sering terhambat akibat hujan yang mengguyur terutama saat pagi hari.

BACA JUGA:UAS Bangga Muba Miliki Masjid Megah, Ajak Masyarakat Terus Meramaikan Masjid

BACA JUGA:Mengejutkan, Ada Pihak Yang Mengklaim Ida Dayak Ternyata Asli Lombok Sulawesi

Nurgaya (48) petani karet asal Desa Ngunang mengaku dalam satu minggu bisa sampai 3 hari dirinya tidak menyadap karet akibat hujan yang sering terjadi pagi hari.

“Nyadap karet ini memang serba membingungkan,  karena kalau kemarau getah karet tidak mengalir, jika penghujan seperti ini sering tidak motong (nyadap, red) karena hujan," jelasnya.

"Seminggu itu pernah saja sampai 3 hari tidak menyadap akibat hujan,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Diakuinya satu minggu terakhir produksi getah yang ia hasilkan itu turun berkisar antara 30 persen hingga 40 persen.

BACA JUGA:Menyedihkan, Imam Masjid di AS Ditikam Seseorang Saat Memimpin Sholat Subuh

BACA JUGA:BSI, PP Muhammadiyah, BP Tapera, & Perumnas Berkolaborasi, Maksimalkan Penyaluran KPR Syariah

“Mungkin sekitar 30 persen atau 40 persen.  Biasanya satu minggu itu dua kali jual dengan rata-rata berat getah 40 Kg,  sekarang untuk dua kali jual hasil getah itu bisa sampai 10 hari atau 14 hari,” ujarnya.

Selain produksi getah yang menurun,  harga getah karet yang tak kunjung membaik juga masih menjadi momok para petani. Saat ini terpantau harga karet ditingkat pengepul hanya berada di angka Rp 6 ribu per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: