Akhirnya Bisa Tenang, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Juni 2024

Ilustrasi--
Dia menyatakan, mambahan anggaran akan diperlukan baik untuk Pertamina maupun PLN, dan sumbernya akan berasal dari SAL dan pelebaran defisit anggaran pada tahun 2024.
Diperkirakan bahwa defisit APBN 2024 akan melebar hingga 2,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB), meningkat dari penetapan awal sebesar 2,29%. Pelebaran defisit ini diperkirakan terus berlangsung hingga tahun 2025.
BACA JUGA:Tetap Tersambung Tol Trans Sumatera, Ini Prediksi Waktu Tempuh Jambi - Pekanbaru Jika Sudah Ada Tol
BACA JUGA:Dekatkan Dengan Masyarakat, Satlantas Polres Muba Gelar Polisi Sahat Anak
Alasan di balik pelebaran defisit juga termasuk tambahan berbagai bantuan dari pemerintah, seperti tambahan subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun, dan bantuan langsung tunai (BLT) untuk mitigasi harga sembako sebesar Rp 11 triliun.
Airlangga menjelaskan, "Subsidi pupuk ditambah karena kebutuhan pupuk yang meningkat setiap tahunnya. Dengan alokasi dana sebesar Rp 26 triliun untuk pupuk saat ini.
Dimana hanya cukup untuk 5,7 juta ton dari total kebutuhan sekitar 7-8 juta ton, jelas tidak mencukupi. Sementara BLT ditingkatkan untuk mengimbangi fluktuasi harga sembako, dengan alokasi dana sebesar Rp 11 triliun."
Kebijakan untuk mempertahankan tarif listrik pada kuartal pertama tahun 2024 berlaku untuk 13 pelanggan non-subsidi dan 25 golongan pelanggan bersubsidi.
BACA JUGA:Tol Pekanbaru Rengat Akan Segera Dimulai Dalam Waktu Dekat, Perjalanan Akan Semakin Lancar
BACA JUGA:Awal Maret Tol Pakanbaru - Dumai Diperkirakan Akan Ada Kenaikan, Berikut Besaran nya
Berdasarkan Permen ESDM No. 8 Thn 2023 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 28 Thn 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PLN.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penetapan tarif listrik antara lain nilai tukar mata uang dolar AS terhadap rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan/atau harga batu bara acuan.
Untuk kuartal pertama tahun 2024, parameter ekonomi makro yang digunakan adalah data realisasi dari bulan Agustus, September, dan Oktober 2023, dengan kurs sebesar Rp 15.446,85/dolar AS, ICP sebesar 86,49 dolar AS per barel, inflasi sebesar 0,11%, dan HBA sebesar 70 dolar AS per ton sesuai kebijakan DMO batu bara.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: