Tol Sumsel Buka Peluang Besar, Tapi UMKM di Persimpangan Tumbuh atau Tergusur?
Tol Sumsel Buka Peluang Besar, Tapi UMKM di Persimpangan Tumbuh atau Tergusur?--
HARIANMUBA.DISWAY.ID– Kehadiran Jalan Tol Sumatera Selatan (Tol Sumsel) menjadi simbol nyata kemajuan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di Bumi Sriwijaya.
Namun, di balik geliat pembangunan dan roda kendaraan yang melaju kencang di jalur bebas hambatan itu, muncul pertanyaan besar: apakah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ikut menikmati manfaatnya, atau justru terpinggirkan?
UMKM selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Mereka hadir di berbagai sektor—mulai dari kuliner, kerajinan, pertanian, hingga jasa—dan tersebar hingga ke pelosok desa.
Kini, dengan terbukanya akses tol, nasib mereka berada di antara dua sisi mata uang: peluang besar untuk berkembang, atau risiko tergilas arus perubahan.
BACA JUGA:Tol Palembang–Jambi Diperkirakan Tersambung Akhir 2026, Waktu Tempuh Bakal Terpangkas Drastis
BACA JUGA:Polres Muba Gagalkan Peredaran 3 Kilogram Sabu Jaringan Lintas Daerah
Bagi sebagian pelaku usaha, kehadiran Tol Sumsel justru menjadi berkah.
Aksesibilitas meningkat, pelanggan dari luar daerah kini lebih mudah menjangkau sentra UMKM yang dulu terisolasi.
Lonjakan pengunjung di pintu tol membuat rumah makan, toko oleh-oleh, dan kafe di sekitar area strategis kebanjiran pembeli.
Distribusi barang lebih efisien, waktu tempuh dan biaya logistik menurun drastis—mendorong efisiensi dan peningkatan produksi.
BACA JUGA:Wabup Muba Hadiri Peringatan HUT ke-24 Kota Prabumulih, Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar Daerah
Namun, tak semua UMKM menikmati keuntungan tersebut.
UMKM di jalur lama kini sepi pembeli karena arus kendaraan beralih ke tol. Banyak yang mulai kesulitan bertahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: