Duka di Tengah Lelang Sekda Muba, Solidaritas Peserta Menguat di Rumah Duka

Duka di Tengah Lelang Sekda Muba, Solidaritas Peserta Menguat di Rumah Duka

Duka di Tengah Lelang Sekda Muba, Solidaritas Peserta Menguat di Rumah Duka--

HARIANMUBA.DISWAY.ID, – Suasana kompetisi dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah di Kabupaten Musi Banyuasin mendadak berubah menjadi suasana haru.

Di tengah tahapan assessment yang masih berlangsung, kabar duka datang dari salah satu peserta, Hendra Tris Tomy.

Ayahanda Hendra, Adenis AD bin Adenan, berpulang pada Jumat (20/2/2026) pukul 07.30 WIB di usia 81 tahun. 

Kepergian sang ayah bukan hanya menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga, tetapi juga menghadirkan momen kebersamaan yang menghangatkan di antara para peserta lelang Sekda.

BACA JUGA:Setelah Video Viral, Gubernur HD Gerak Cepat Bawa Pulang Korban Dugaan Penipuan Kerja di Kamboja

BACA JUGA:Muba Jadi Role Model Jamsostek di Sumsel, 45 Ribu Pekerja Rentan Terlindungi hingga Sektor MBG dan DBH Sawit

Alih-alih sekadar menjadi rival dalam proses seleksi, para peserta justru menunjukkan empati. Pj Sekda Muba, Syafaruddin, Asisten I Setda Ardiansyah, Kepala Bappeda Mursalin, Kepala BKPSDM Pathi Riduan, hingga Staf Ahli Bupati Haryadi Karim kompak melayat ke rumah duka di Palembang.

Mereka datang bukan sebagai pesaing jabatan, melainkan sebagai rekan kerja dan sahabat yang turut merasakan duka.

“Atas nama Pemkab Muba, kami turut berbelasungkawa. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan,” ujar Syafaruddin.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan Bupati dan Wakil Bupati Muba sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

BACA JUGA:Dari Lunas Utang hingga Angka Kemiskinan Turun, Setahun Kepemimpinan Toha–Rohman di Muba

BACA JUGA:Daftar MPV Toyota Bekas, Siap Antar Keluarga Mudik Lebaran 2026 Dengan Nyaman

Diketahui, enam peserta lelang Sekda Muba sedang mengikuti tahapan Assessment Center di Polda Sumatera Selatan sejak Kamis (19/2/2026). Tahapan ini menjadi bagian krusial dalam menentukan figur yang akan menduduki kursi Sekda definitif.

Namun, kabar wafatnya orang tua salah satu peserta menjadi pengingat bahwa di balik dinamika birokrasi dan persaingan jabatan, ada sisi kemanusiaan yang jauh lebih besar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait