Berbasis Pangan Lokal, Sumsel Optimistis Program MBG Jadi Role Model Nasional
Berbasis Pangan Lokal, Sumsel Optimistis Program MBG Jadi Role Model Nasional--
HARIANMUBA.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan sukses dengan dukungan ekosistem pangan lokal yang telah terbangun.
Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan kesiapan tersebut saat menghadiri Rapat Konsolidasi Program MBG bersama kasatpel, mitra, dan yayasan se-Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (28/02/2026).
Menurut Herman Deru, keberhasilan Sumsel menekan angka stunting hingga menjadi provinsi dengan prevalensi terendah kedua secara nasional tidak terlepas dari fondasi kemandirian pangan yang telah dibangun sejak 2021 melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
Ia menjelaskan, GSMP lahir di tengah tekanan pandemi Covid-19 dan lonjakan inflasi, saat banyak daerah bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar.
BACA JUGA:Tinjau PT Tirta Sriwijaya Maju, Herman Deru Tegaskan Kualitas Air Bersih Harus Diutamakan
BACA JUGA:Target Zero Lubang H-10 Lebaran, Gubernur Herman Deru Launching Program Belida di Ogan Ilir
Sumsel memilih memperkuat produksi lokal, mulai dari peternakan ayam, budidaya ikan air tawar, belut, hingga bantuan bibit cabai dan bawang.
“Kalau semua daerah mendatangkan bahan dari luar, akan terjadi rebutan dan harga makin tidak terkendali. Karena itu, kita perkuat kemandirian pangan,” ujarnya.
Kebijakan tersebut terbukti efektif menjaga stabilitas harga dan pasokan. Sumsel bahkan meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) selama lima tahun berturut-turut.
Dengan ketersediaan telur, daging ayam, dan ikan air tawar yang cukup, Herman Deru memastikan Program MBG tidak akan mengganggu keseimbangan pasar maupun memicu kelangkaan bahan pangan.
BACA JUGA:Gerakan Indonesia ASRI di Muba: Pemkab dan Polres Kompak Tambal Jalan hingga Bersihkan Lingkungan
BACA JUGA:Lepas Sambut Danrem 044/Gapo, Bupati Muba Tegaskan Sinergi TNI dan Pemda Kunci Stabilitas Daerah
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyebut sekitar 2.000 orang di Sumsel terlibat dalam pelaksanaan MBG.
Program ini tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah, tetapi juga memberdayakan petani, peternak, serta UMKM lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: