Baru Sehari Dibuka, Jembatan Penghubung 2 Desa di Ogan Ilir Ambruk Lagi, Warga Nyaris Terseret Arus

Baru Sehari Dibuka, Jembatan Penghubung 2 Desa di Ogan Ilir Ambruk Lagi, Warga Nyaris Terseret Arus

Baru Sehari Dibuka, Jembatan Penghubung 2 Desa di Ogan Ilir Ambruk Lagi, Warga Nyaris Terseret Arus--

HARIANMUBA.DISWAY.ID – Nasib nahas kembali menimpa jembatan penghubung Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir. 

Belum genap sebulan diperbaiki, jembatan tersebut kembali ambruk pada Senin (16/2) sekitar pukul 13.30 WIB.

Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah jembatan sementara itu kembali dibuka pasca perbaikan. 

Sebelumnya, jembatan tersebut juga roboh pada 22 Januari lalu akibat faktor usia material dan hantaman arus sungai yang membawa tumpukan eceng gondok atau yang oleh warga setempat disebut rumput kumpai.

BACA JUGA:60 Lapak Pasar Bedug Sungai Lilin Siap Ramaikan Ramadan 2026 di Halaman Masjid Agung Darusallam

BACA JUGA:Royal Enfield Bear 650 Resmi Hadir di Indonesia, Scrambler Retro 648 cc Bertuah Sejarah Balap Gurun

Kepala Desa Lubuk Rukam, Muhaidi, menjelaskan ambruknya jembatan diduga kuat kembali dipicu derasnya arus sungai yang membawa tumpukan rumput kumpai dalam jumlah besar.

“Jembatan ini umurnya sehari semalam. Kemarin sore dibuka setelah diperbaiki, hari ini roboh lagi dihantam rumput kumpai. Sejak malam tadi rumput sudah mulai berdatangan,” ujarnya.

Ironisnya, saat kejadian warga tengah bergotong royong membersihkan tumpukan rumput kumpai yang menyangkut di badan jembatan. Namun derasnya arus sungai membuat struktur jembatan tak mampu bertahan.

“Ketika gotong royong berlangsung, tiba-tiba jembatan ambruk lagi. Bahkan ada satu warga yang sempat terseret arus sungai, tapi alhamdulillah berhasil diselamatkan,” kata Muhaidi.

BACA JUGA:Terdampak Pembangunan Tol Betung–Jambi, HKI Perbaiki Jalan Sungai Lilin–Keluang

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Arus Lalu Lintas di Jalintim Sekitar Pasar Sungai Lilin Terjadi Kemacetan

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski akses utama penghubung dua desa kembali lumpuh total.

Muhaidi berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen berbahan beton agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: